LKKS



Senin, 31 Januari 2011

KEGIATAN K3S TAHUN 2010

Pemikiran Dasar

K3S Kab. Kuningan sebagai Orsos Koordinatif merupakan Mitra Kerja Pemerintahan Kabupaten Kuningan dalam Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial, oleh karenanya fungsi K3S Kab. Kuningan secara lembaga memiliki posisi yang strategis sebagai tatanan yang mempunyai legalitas formal untuk mengkoordinasikan berbagai Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) yang diselenggarakan ORSOS/LSM UKS.

Sebagai dampak krisis multi dimensi dan sejalan repormasi yang merupakan proses perubahan menyeluruh pada semua matra/aspek maupun bidang sosial budaya/gatra, telah terjadi pergeseran nilai, termasuk peningkatan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Untuk itu K3S Kab. Kuningan perlu menyikapi kondisi tersebut dengan menganalisa visi dan misi sekaligus menata diri agar keberadannya sebagai orsos koordinatif secara profesional sebagai lembaga yang memiliki nilai lebih dari orsos yang dikoordinir, baik kapasitas komparatif maupun kompetitif mampu menjawab tuntutan dan tantangan masa sekarang maupun mendatang dengan perluasan jangkauan penanganan PMKS melalui jaringan kemitraan dengan berbagai stake holder yang berbasiskan masyarakat.

a. Visi

Kuningan Lebih Sejahtera Berbasis Pertanian Dan Pariwisata Yang Maju Dalam Lingkungan Lestari Dan Agamis Tahun 2013.

b. Misi

1 Menyebarluaskan informasi Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS)

2 Penyelenggaraan koordinasi dan pengembangan kegiatan kesejahteraan sosial..

3 Pengembangan potensi serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan UKS.

4 Pemberdayaan orsos penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial.

5 Penyelenggaraan pelayanan sosial dan pemberdayaan PMKS.


Kebijakan K3S Kab. Kuningan secara umum dimaksudkan untuk :

1. Mengoptimalkan fungsi dan peran K3S

2. Meningkatkan taraf kesejahteraan sosial PMKS

3. Perluasan jangkauan penanganan PMKS, untuk mengurangi angka kemiskinan melalui Usaha Ekonomi Produktif


Adapun Program kegiatan K3S Kabupaten Kuningan yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 meliputi :

1. Mengikuti Musda Badan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) VI Provinsi Jabar pada tanggal 9 – 10 Februari 2010 bertempat di Wisma BKKKS Jabar Jl. Pasar Sadang Serang No.2 Bandung Hasilnya secara aklamasi memilih Ketua Umum BKKKS Jabar periode 2004-2009 Dra. Hj. R. Oyamah Sudarna TM untuk memimpin kembali BKKKS Jabar periode 2010-2015.

2. Melakukan Sosialisasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial sekaligus sosialisasi eksistensi dan distribusi majalah Empati untuk desa/kelurahan se-Kabupaten Kuningan dengan Kasi Kesra Kecamatan se-Kabupaten Kuningan pada tanggal 19 Februari 2010 bertempat di Sekretariat K3S Kabupaten Kuningan.

3. Menerima kunjungan Mendiknas RI Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA terkait dengan keberadaan pembangunan SLBN Taruna Mandiri yang berlokasi di Desa Sampora Kec. Cilimus pada tanggal 22 Februari 2010. K3S Kabupaten Kuningan adalah perintis pendirian SLBN Taruna Mandiri yang diresmikan pada Tahun 2007 dan merupakan pilot project Provinsi Jawa Barat.

4. Bekerjasama dengan Dinsosnaker Kab. Kuningan mengadakan Rapat Koordinasi dengan Forum Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Kab. Kuningan yang diberi tugas untuk melaksanakan pendampingan sosial dalam penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS ) di tingkat Kecamatan pada tanggal 23 Februari 2010 bertempat di Sekretariat K3S Kabupaten Kuningan.

5. Bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kab. Kuningan melaksanakan Bakti Sosial Nikah Massal bagi 33 pasangan pengantin PMKS se-Kabupaten Kuningan pada tanggal 24 Februari 2010 bertempat di Mesjid Al Munawar Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan.

6. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW 1431 H K3S Kab. Kuningan bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Pancalang mengadakan Bakti Sosial Nikah Massal untuk 5 pasang pengantin dan Sunatan Massal bagi 10 orang anak bertempat di Mesjid At Taqwa Desa Sarewu Kecamatan Pancalang pada tanggal 26 Maret 2010.

7. Menerima kunjungan Menteri Sosial RI Dr. H. Salim Asegaf Al Jufri MA, ke Panti Sosial Penyandang Cacat Taruna Mandiri di Desa Sampora Kecamatan Cilimus pada tanggal 16 April 2010

8. Mengikuti kegiatan Bina Wilayah TP.PKK Kabupaten Kuningan ke 32 Kecamatan dengan menyeleksi PMKS untuk Yayasan, Panti dan SLB pada tanggal 23 Maret s.d. 6 Mei 2010.

9. Mengikuti acara Hari Lanjut Usia Tingkat Jabar Tahun 2010 di Gedung Sate dimana Hj. Utje Ch. Suganda selaku Ketua K3S Kabupaten Kuningan mendapat Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai Tokoh Peduli Lansia ”Program Nyaah ka Kolot” pada tanggal 8 Juni 2010.

10. Menerima kunjungan study banding dan wisata tour dari pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Jawa Barat berjumlah 500 orang pada tanggal 4 Agustus 2010 bertempat di Objek Wisata Waduk Darma Kuningan.

11. Mendukung dan memberikan bantuan dana kegiatan bagi Tim PORCADA III Jawa Barat, Tim Pekan Olahraga Nasional (Pornas) SOINA dan Tim Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Penyandang Cacat Kabupaten Kuningan Tahun 2010. Prestasi tertingggi diraih Tim Porcada III dengan menduduki peringkat Juara Umum ke 2 Tingkat Jawa Barat. Penyerahan bantuan dan penghargaan secara simbolis dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2010 bertempat di SLBN Darma Wanita Kuningan.

12. Melaksanakan Baksos Ramadhan K3S pada tanggal 27 Agustus 2010 untuk 150 anak asuh dari 15 PSAA se-Kab.Kuningan bertempat di Pendopo Setda Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini adalah program rutin tahunan dari K3S Kabupaten sebagai upaya berbagi dan bersilaturahmi dengan PSAA menjelang Hari Raya Idul Fitri.

13. Bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah Kab. Kuningan melaksanakan sosialisasi tentang program K3S kepada seluruh Sekdes se-Kabupaten Kuningan oleh Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos di Hotel Ayong Kuningan pada tanggal 31 Oktober 2010

14. Melaksanakan Baksos bekerjasama dengan Alumni SMAN 7 Jakarta angkatan ‘79 melibatkan sebanyak 1000 orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dengan memberikan santunan paket sembako dan pelayanan kesehatan, 50 orang operasi bedah minor dan 50 anak khitanan massal pada tanggal 28 November 2010 bertempat di GOR Ewangga Kuningan.

15. Mengikuti acara peringatan Hipenca Tk. Jabar Th. 2010, Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos selaku Ketua K3S Kab. Kuningan mendapat penghargaan dari Gubernur Jabar sebagai Tokoh Peduli Penyandang Cacat dan Penggerak Pembangunan Kesos di Gedung Sate Bandung pada tanggal 9 Desember 2010.

16. Bina Wilayah ke 30 Orsos yang melaksanakan kegiatan Panti Asuhan Sosial Anak Asuh (PSAA) se-Kabupaten Kuningan mulai dari Bulan November s.d. Desember 2010. Kegiatan ini adalah terobosan baru dari K3S untuk melihat dari dekat keberadaan organisasi sosial yang melaksanakan kegiatan PSAA sehingga dapat menyerap langsung masukan dan permasalahan yang terjadi di lapangan.

17. Mendukung dan memberikan bantuan dalam kegiatan HUT Kecamatan Pancalang yang ke-10 berupa Sunatan Massal untuk 58 anak pada tanggal 19 Desember 2010 dan Nikah Massal untuk 27 pasangan pengantin pada tanggal 12 Januari 2011 bertempat di Kantor Kecamatan Pancalang.

Mudah-mudahan di Tahun 2011 ini peran K3S Kabupaten Kuningan bisa lebih maksimal lagi sebagai mitra kerja pemerintah Kab. Kuningan dalam upaya penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Amin (G)

Rabu, 12 Januari 2011

PANCALANG GELAR NIKAH MASSAL


Dalam memperingati hari jadi kecamatan Pancalang yang ke-10 untuk kesekian kalinya kecamatan Pancalang menggelar kegiatan nikah massal, sebanyak 27 pasang calon pengantin mengikuti acara puncak yang digelar di halaman depan kantor kecamatan pancalang, Rabu (12/1).
Acara nikah massal tersebut merupakan hasil kerjasama Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Kuningan, Kecamatan Pancalang dengan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kuningan.
Ikut menghadiri Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rocmana MM, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan H. Acep Purnama MH, Ketua K3S Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda S.Sos, Kepala Kantor kementrian Agama Drs. H. Agus Abdul Kholik, MM, Dandim 0615 Arm. Mulyono, Kepala Kajari Siti Utari, SH. M,Hum, camat kecamatan pancalang Dra. Eni Nuraeni serta pejabat pemerintah lainnya.
“Selain kegiatan bhakti sosial nikah massal gratis, pelaksanaan kegiatan hari jadi kecamatan pancalang yang ke-10 dilaksanakan mulai tanggal 10 Nopember 2010 sampai dengan acara puncak hari ini 12 januari 2011, kami telah melaksanakan rangkaian kegiatan diantaranya kegiatan donor darah, pencanangan car free day, jalan santai ceria, sunatan massal, tournament volley ball putri se-kabupaten kuningan serta tournament volley ball putra se-kecamatan pancalang. Ungkap Drs. Ishak Yakub, M.Ag selaku ketua panitia.
Sementara itu dalam sambutannya ketua K3S Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda mengatakan, kegiatan bhakti sosial nikah massal ini merupakan kegiatan mulia yang harus terus dilaksanakan karena memiliki arti penting dan strategis dengan tujuan untuk meningkatkan derajat dan martabat keluarga yang tidak mampu (GAKIN).
Menurutnya, melalui ikatan perkawinan yang sah secara hukum diharapkan agar masa depan orang tua dan anak-anaknya bisa sejajar dengan keluarga yang lain dan terdaftar sebagai keluarga yang tercatat di kantor urusan agama. “Kegiatan nikah massal ini juga dapat membantu program pemerintah agar mmasyarakat sadar hukum serta meminimalisasi nikah usia dini, nikah adat atau nikah yang tidak sesuai dengan undang-undang perkawinan republik Indonesia”, Tegasnya.
Dalam sambutannya Wabup Momon mengatakan, dengan momentum HUT pancalang yang ke-10 dapat dijadikan sebagai media introspeksi bagi peningkatan kualitas organisasi kecamatan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Sebagai bagian dari organisasi pemerintah kabupaten kuningan, kecamatan pancalang perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai program dan kegiatan yang dirasakan masih belum optimal sehingga diperlukan perbaikan dan peningkatan, baik dari aspek SDM, administrasi maupun pelayanan publik” Ujarnya.
Peningkatan pelayanan publik dapat diawali baik dari aspek SDM, administrasi serta terhadap program kegiatan yang telah berhasil untuk dapat dipertahankan sehingga pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintah yaitu menuju masyarakat yang tertib, aman dan sejahtera dapat tercapai.
Beliau berpesan kepada masyarakat kecamatan pancalang untuk menjadikan momentum ini sebagai upaya untuk terus berbenah, terus berkiprah dalam mengisi pembangunan karena peran serta masyarakat merupakan modal utama dalam kesuksesan sebuah pola pembangunan yang berkelanjutan.(Bn)

Minggu, 28 November 2010

ALUMNI SMAN 7 JAKARTA GELAR BHAKTI SOSIAL DI KUNINGAN


Keluarga besar Alumni SMAN 7 Jakarta (Sevenist Club) bekerjasama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahtraan Sosial (K3S) kabupaten kuningan, Minggu 28 November 2010 menggelar acara bhakti sosial ke-4 bertema “Satukan hati” bertempat di Gedung Olahraga Ewangga kabupaten Kuningan.
Acara bhakti sosial ”Satukan Hati” dengan mengangkat filosofi “Bersama-sama, kita satukan hati dan daya, mencapai kerja yang lebih besar” diisi dengan kegiatan pengobatan umum gratis, bedah minor, khitanan massal serta pembagian sembako ditujukan untuk 1000 orang penerima bantuan yang tersebar dari 32 kecamatan se-kabupaten kuningan.
Turut menghadiri bupati kuningan H. Aang Hamid Suganda,S.Sos, Wakil bupati kuningan Drs Momon Rochmana, MM, Ketua DPRD H. Acep Purnama, SH,M.H, Ketua TP PKK kabupaten Kuningan Hj Utje Ch Suganda sekaligus ketua K3S kuningan, Dandim 0615 Letkol Arm. Mulyono serta kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja kabupaten kuningan Drs. Dian Rachmat Yanuar, MSi.
“Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yaitu selain untuk mempererat silaturahmi juga dalam rangka meningkatkan kepedulian dan kebersamaan dalam berbuat kebajikan untuk membantu meringankan beban masyarakat melalui bentuk nyata kepedulian sosial dan mengenal kabupaten kuningan lebih dekat khususnya potensi wisata” Papar Drs. Dian Rachmat Yanuar, MSi selaku ketua panitia.
Menurutnya, guna memperlancar kegiatan ini pihaknya telah berkoordinasi serta melibatkan tim sevenist club yang terdiri-dari tim dokter berpengalaman dalam praktek bedah, pengobatan umum ditambah dengan personil pendukung dan pihak K3S sendiri yaitu pengurus K3S, pengurus TP.PKK, PMI, tim medis/tim dokter dan mitra kerja K3S lainnya.
Sementara itu H. Utje Ch Suganda selaku Ketua K3S kabupaten kuningan menyampaikan selamat datang pada para alumni SMAN 7 Jakarta serta menyambut baik diselenggakannya kegiatan bhakti sosial tersebut.
Menurutnya, terpilihnya kabupaten kuningan sebagai tempat untuk pelaksanaan baksos merupakan pilihan tepat, peran serta aktif organisasi sosial yang dalam hal ini alumni SMAN 7 Jakarta sangat diperlukan dalam mendukung pencapaian keberhasilan pembangunan.
Hal senada juga diungkapkan Bupati Aang, Beliau mengatakan gagasan mulia diadakannya bhakti sosial ini merupakan ajang mempererat tali silaturahmi diantara keluarga besar alumni 7 jakarta sekaligus dapat berbuat sesuatu yang berharga bagi sesama.
Bupati Aang berharap dengan terselenggaranya kegiatan bhakti sosial ini dapat menjadi inspirasi bagi komponen atau organisasi lainnya untuk senantiasa mengedepankan semangat solidaritas serta kepedulian terhadap sesama.
Lebih lanjut beliau mengatakan, keberadaan kontribusi pilar partisipan yang diprakarsai oleh keluarga besar alumni SMAN 7 Jakarta serta K3S kabupaten kuningan sangat sinergis dengan kebijakan strategis pemerintah kabupaten kuningan dalam sektor pembangunan sosial yaitu memprioritaskan penanganan masalah kesejahtraan sosial. (bn)

Sabtu, 28 Agustus 2010

K3S Kuningan Berikan Santunan bagi Anak Yatim Piatu


Tiada Kebahagian yang kami dapatkan selain saling mengingatkan dan terus menggali, menemukan, menerapkan dan berbagai. Selamat menunaikan Ibadah Saum semoga amal ibadah kita di Bulan Ramadhan ini bisa menjadi amal yang sholeh serta mensucikan hati dan jiwa kita. Sehingga Insya Allah menjadi Fitri kembali.
Demikian untaian kata yang tertulis dalam secarik kertas yang tersimpan pada bingkisan anak yatim piatu. Yang diberikan Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Hj. Utje Ch. Suganda melalaui kegiatan rutin dalam rangka silaturahmi Ramadhan 1431 H dengan panti sosial/pontren yang memberikan pelayanan bagi anak yatim piatu di Kuningan. Bertempat di Aula Pendopo, Jum’at (27/8). Dengan menghadirkan sebanyak 150 orang anak.
Raut muka bahagia bercampur haru begitu tampak dari anak-anak tersebut. Disaat menerima bingkisan yang berisikan makananan mulai beras, gula, minuman penyegar dahaga, teh, kue dan lainnya. Tidak sampai disini mereka juga bersama-sama mendengarkan tausiyah dari KH. Abdulah Dunun. Kemudian dilanjutkan dengan buka bersama.
Menurut Ketua K3S Kab. Kuningan, Hj. Ut je Ch. Suganda, melalaui kegiatan ini dapat membantu meringankan beban para pengurus panti terutama di dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Dan juga terjalinnya koordinasi yang baik antara yayasan dalam menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) untuk terwujudnya kesejahteraan sosial.

Dia juga menjelaskann, kegiatan ini bersentuhan dengan kebutuhan primer masyarakat menjelang Hari Raya Idul Ftri 1431 H. Kaiatan dengan hal itu, peran serta organisasi sosial merupakan salah satu elemen kemitraan yang akan menjadi prasyarat. Dalam mencapai keberhasilan pembangunan daerah dengan segala keunggulan keberhasilan maupun tantangannya. Sejalan dengan
visi Kabupaten kuningan, Kuningan lebih sejahtera berbasis pertanian dan pariwisata yang maju dalam lingkungan lestari dan agamis tahun 2013.
“Saya berkeinginan, hendaknya Bhakti sosial ini berdampak pada penerimaan utuh dari objek atau sasaran yang hendak dicapai. Sehingga nantinya akan tercapai komunikasi epektif, dimana nilai positif dari silaturahmi ini dapat mengakomodir segala partisipasif sesuai sasaran yang dikehendaki masyarakat,”tutur Utje Ch. Suganda yang memiliki kepekaan sosial ini.
Dia juga menambahkan, bahwa hal ini dapat diterapkan, mengingat keberadaan para anak-anak panti asuhan merupakan “moral force” yang masih jauh dari kemungkinan menyimpan tujuan semacam pamrih atau tuntutan.
Sementara itu Ketua panitia pelaksana Baksos, H. Sobana mengatakan, kegiatan K3S ini rutin dilakukan tiap tahun dalam rangka silaturahmi Ramadhan 1431 H dengan panti sosial/pontren yang memberikan pelayanan bagi anak yatim piatu di Kuningan. “Untuk saat ini sasarannya meliputi 15 orsos / panti asuhan dengan jumlah 150 orang anak dan pengurusnya,”sebutnya.
Disamping itu, meningkatkan komunikasi dan peran serta Orsos / panti asuhan dalam mendukung program pembinaan PMKS dan PSKS terutama masalah anak asuh panti sosial oleh K3S kab. Kuningan.
Tak lepas juga H. Sobana menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, mulai dari Bupati Kuningan, Ketua K3S, ketua Orsos se Kab. Kuningan, pengurus K3S . Dan teristimewa kepada anak-anak panti asuhan & pontren dan lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Kuningan Drs. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Assisten Kesra & Pembangunan Setda Kab. Kuningan Drs. H. Yayan Sopyan, MM. Ketua Forum Panti Kab. Kuningan, Ketua organisasi sosial dan panti asuhan se kab. kuningan dan seluruh pengurus jajaran K3S Kuningan. (n).

Kamis, 05 Agustus 2010

Rombongan LLI Jabar Serbu Kuningan


Rabu, 4 Agustus 2010 sekitar jam 10.00 Wib secara mendadak dan serempak Ketua K3S Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda bersama pengurus Lembaga Lanjut Usia (LLI) Kabupaten Kuningan yang dipimpin oleh Drs. H. Sobana dan Memet Rakhmat bergerak dari Pendopo Pemkab Kuningan karena dikabarkan sekitar 10 bis yang berkekuatan 500 orang pengurus LLI Jawa Barat sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju objek wisata Waduk Darma.
Ternyata ketika rombongan Ketua K3S Kabupaten Kuningan tersebut sampai di lokasi telah hadir juga Kepala Disparbud Kab. Kuningan Drs. H. Nana Sugiana. Sekitar jam 11.00 Wib rombongan LLI Jabar yang dipimpin oleh ketuanya yaitu H.R. Nuriana (mantan Gubernur Jabar) sampai di objek wisata Waduk Darma. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ny. Sri Sucipto Sekjen LLI Jabar kunjungan wisata tour ini merupakan agenda rutin dari LLI Jabar yang dilakukan 4 bulan sekali dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus LLI se Jawa Barat dengan pengurus daerah selain itu sebagai refreshing para pengurus dan anggotanya yang kebanyakan berumur 60 tahun ke atas. Kabupaten Kuningan dipilih karena eksistensi LLI Kab. Kuningan yang sangat menonjol dalam mengimplementasikan program LLI Jabar yaitu “Program Nyaah Ka Kolot”, selain itu perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kuningan pun terhadap keberadaan LLI sangat terasa terutama dengan terjun langsungnya Ketua K3S Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda dalam mengakomodir setiap kegiatan LLI.
Bapak Tantan yang merupakan Juru Bicara LLI Jabar menambahkan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan objek wisata Waduk Darma ke seluruh pengurus LLI se Jawa Barat, jadi tidak hanya dilihat dan dinikmai keindahannya lewat media cetak atau elektronik saja, dengan acara ini mereka bisa melihat langung dari dekat.
Dalam sambutannya Ketua LLI Jabar H.R. Nuriana mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Kepala Disparbud H. Nana Sugiana atas sambutan dan fasilitas yang telah disediakan selama rombongan LLI Jabar berkunjung, selain itu beliau juga memberikan kenang-kenangan Plakat dan Aksesoris LLI Jabar yang diterima langsung oleh Ketua K3S Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda.
Hj. Utje Ch. Suganda mengatakan bahwa sungguh suatu kehormatan jika Kabupaten Kuningan dikunjungi oleh mantan para pejabat Pemerintah Provinsi Jabar yang tergabung dalam LLI Jabar, hal ini diharapkan nantinya dapat mempublikasikan keindahan wisata daerah kami. Selain itu dengan acara ini diharapkan sinergitas LLI Kab. Kuningan da LLI Jabar ke depannya bisa lebih kompak dan padu.

Selasa, 08 Juni 2010

Kepedulian Hj. Utje CH. Suganda Terhadap Lansia Berbuah Penghargaan


Kepedulian dan perhatian Hj. Utje Choeriah Suganda, S.Sos. terhadap lanjut usia yang berada di Jawa Barat terutama Kabupaten Kuningan membuahkan hasil dengan mendapatkan penghargaan yang diserahkan oleh Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan melalui Sekda Provinsi Jabar Ir. Lex Laksamana, Piagam Penghargaan tertulis dengan Nomor : 008/Kep.884-BKD/2010 diberikan kepada Hj. Utje Choeriah Suganda, S.Sos sebagai tokoh lansia yang peduli dan perhatian terhadap para Lansia di Jawa Barat 2010. . Bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional Tingkat Jabar,di Gedung Sate, Selasa (8/6).
Dalam kesempatan itu, Ir. Lex laksamana mengatakan, tidak semua tokoh masyarakat bisa hormat dan peduli kepada Lansia, terutama dalam mengimplementasikan UU No : 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan Lansia.
Penyerahan penghargaan ini disaksikan juga Ketua Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI), H.R. Nuryana mantan Gubernur Jabar, Dia mengungkapkan, kepedulian terhadap Lansia yang dimiliki tokoh dari Kuningan (Hj. Utje Suganda )diharapkan bisa diteladani kabupaten lainnya yang ada di Jabar dan pada umumnya.
Ternyata penghargaan ini penilaiannya sudah dilakukan jauh-jauh sebelumnya. Terlebih lagi Hj. Utje Suganda memiliki dan menjadi donatur Yayasan Waskita Raksa Wacana yang mengelola penanganan orang jompo, yang berdiri sejak 1997 berlokasi di Bogor. Disamping menjadi donatur beliau terus memberikan dukungan terhadap Yayasan Panti Jompo, yakni Amal Mulia berlokasi di Kel. Awirarangan dan yayasan yang berlokasi di Desa Cihideung.
Dedikasi, atensi, dan kontribusi terhadap Lansia merupkan bagian dari kegiatan sosial yang dilakukan Hj. Utje Suganda Karena dia memiliki peranan juga kaitan dengan masalah sosial lainnya, yakni menjadi Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kuningan. Disamping itu menjadi Ketua PMI Kuningan yang terus berupaya untuk meningkatkan Bank Darah di tiap Kecamatan. Hal ini dilakukannya untuk menghindari kejadian kurangnya pasokan darah.
Selain itu dia juga Ketua TP. PKK Tingkat Kab. Kuningan yang memlikii peranan untuk membina wilayah kecamatan hingga ke desa-desa. Untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang ada, terutama memberikan perhatian dan kepedulian terhadap warga yang memiliki kebutuhan khusus/penyandang cacat, lanjut usia, dan beberapa bidang lainnya.
Menurut Hj. Utje Suganda, bahwa penanganan yang baik terhadap para Lansia merupakan amanat Undang-Undang No.13 tahun 1998 yang mewajibkan kepada pemerintah dan masyarakat untuk memberikan pelayanan sosial kepada Lansia. dan kebijakan pemerintah atas masalah ini sudah jelas, yakni memberikan bantuan, pelayanan, fasilitasi dan pengembangan bagi para Lansia.
Disebutkannya, upaya yang dilakukan terhadap lansia salah satunya membantu perehaban rumah pra KS terutama rumah Lansia sekitar 2000 (dua ribu) rumah, untuk 1 (satu) rumah Pra KS dibantu dana stimulan sebesar 2 juta rupiah. Dan sisanya merupakan bantuan dari swadaya masyarakat.
“Alhamdulilah salah satu keistimewaan masyarkat Kuningan adalah gotong-royong dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Program ini dilakukan mulai tahun 2008 hingga tahun sekarang, bahkan program ini akan terus dilakukan hingga masyarakat terutma Lansia mendapatkan rumah yang layak,”ungkapnya.
kaitan dengan program dari LLI Provinsi Jawa Barat yaitu program “Nyaah Ka Kolot” (cinta/kasih kepada orang tua) dengan 3 (tiga) kegiatan utama sebagai bentuk implementasi dari undang-undang no.13/1998 yaitu benah iman – benah usaha – benah lingkungan.
Bukti konkrit dari dukungan kami terhadap program dari LLI Provinsi Jawa Barat tersebut adalah untuk benah iman kami secara rutin melakukan Bina Wilayah ke 32 kecamatan yang ada di Kuningan.
Dikatakannya, objek yang dibina adalah TP. PKK kecamatan, tokoh masyarakat, serta organisasi sosial kepemudaan. Dari pertemuan ini selain bersilaturahmi, kami juga dapat menyerap aspirasi dari masyarakat terutama para sesepuh untuk disampaikan kepada Bupati Kuningan sehingga terjadi kesinambungan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Untuk benah usaha semenjak tahun 2003 kami bekerjasama dengan BK3S Provinsi Jawa Barat telah banyak membantu permodalan beberapa kelompok usaha bersama (KUBE) untuk mengembangkan usahanya. Salah satu kriteria pemilihan KUBE adalah apabila para pengurusnya para Lansia yang masih punya semangat kerja keras. Dan untuk benah lingkungan melalui program membantu perehaban rumah Pra KS terutama para Lansia.
Ditambahkannya, Alhmdulilah salah satu perjuangan yang dilakuan bersama K3S Kabupaten Kuningan telah membuahkan hasil, yaitu berdirinya Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Taruna Mandiri yang khusus diperuntukan menjadi model pelayanan khusus bagi para penyandang cacat ganda di Jawa Barat.
Perhatian terhadap Lansia, sekarang ini berencana sedang merintis pembangunan panti jompo, melalui Dinsosnaker Kab. Kuningan. Rintisan ini sedang diproses secara administrasi dan diuji kelayakannya terutama unsur benefit bagi masyarakat Kuningan.
”Penghargaan yang telah diterima ini merupakan penghargaan bersama terutama masyarakat Kuningan yang telah memiliki kepedulian dan perhatian terhadap Lansia. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain terutama untuk mereka yang sudah lanjut usia,”ungkap Hj. Utje Suganda selaku Dewan Penasehat Komisi Daerah Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kuningan. (N).

Jumat, 26 Maret 2010

K3S Gelar Kawin dan Sunatan Masal di Pancalang


Setelah sukses menggelar nikah masal sebanyak 28 pasangan belum lama ini, kini Kordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) bekerjasama dengan Kecamatan Pancalang menggelar juga kawin masal yang diselenggarakan di Desa Sarewu Kec. Pancalang yang melibatkan 3 pasangan. Disamping itu menggelar juga sunatan masal yang diikuti sebanyak 9 anak khitan yang berasal dari desa setempat, Jum’at (26/3).
Dari ke 3 pasangan itu kebanyakan pasangan yang telah melakukan kawin siri. Bahkan ada yang sudah berlangsung sekitar 15 tahun. Kegiatan ini diselanggarakan Dalam upaya meningkatkan kepdulian sosial dan kesadaran hukum dalam masyarakat.
Ketua K3S Kabupaten Kuningan Ujte Ch Suganda bersama Camat Pancalang Dra. Eni Nuraeni menunjukan wajah cerianya. Mereka berdua segera memberikan ucapan selamat. "Alhamdullilah”. “Saya mengharapakan semua pasangan akan tercipta keharmonisan sosial yang kuat, suasana kekeluargaan yang sehat, dan saling membantu satu sama lain," kata Ujte Ch Suganda yang merupakan juga Ketua TP. PKK Kuningan yang senantiasa peduli akan kesejahteraan masyarakat ini.
Ketua K3S mengingatkan, masyarakat tidak usah merasa malu untuk mengikuti kegiatan ini karena tidak akan mengurangi derajat, melainkan telah membantu program pemerintah.
Dia menjelasakan, Sasaran pembangunan bidang kesejahteraan sosial adalah masyarakat yang berkemauan dan berkemampuan kurang beruntung, baik fisik maupun sosialnya yaitu penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), serta kelompok masyarakat yang mampu dalam upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial, yang lebih dikenal dengan kelompok potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS).
Melalui Bhakti Sosial Nikah Massal K3S Kabupaten Kuningan ini, diharapkan dapat memiliki arti penting dan strategis. Karena bertujuan untuk meningkatkan derajat dan martabat keluarga yang tidak mampu (Gakin) agar masa depan orang tua dan anak-anaknya bisa sejajar dengan keluarga yang lain
“Dan terdaftar sebagai keluarga yang tercatat di kantor urusan agama serta membantu program pemerintah agar masyarakat sadar hukum dan meminimalisasi nikah usia dini, nikah adat atau nikah yang tidak sesuai dengan undang-undang perkawinan Republik Indonesia,”katanya.
Lebih lanjut Camat Pancalang Dra. Eni Nuraeni mengatakan, melalui kegiatan sosial berupa nikah masal dan khitanan masal sekaligus Maulid Nabi SAW. Pihak kami berharap menjadi dorongan dan motivasi terhadap kepala desa lainnya yang berada di desa Pancalang.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua K3S dan jajarannya serta masyarakat Desa Sarewu dan Kec. Pancalang pada umunya. Untuk itu kami menyampaikan selamat untuk anak-anak yang dikhitan semoga menjadi anak-anak yang berguna, juga ketiga calon pasang calon pengantin semoga dapat menjalani hari-hari dengan rasa tentram penuh kabahagian.
Ungkapan kegembiraan pun terlontar dari pasangan Reni-Omar. Pasangan yang berasal dari Desa Sarewu ini. Tak kuasa menahan kebahagian sehingga dia menangis usai melaksanakan prosesi ijab kabul. "Saya gembira sekali, kini memiliki Akta Nikah. pak," ungkapnya.
Hal yang sama dikatakan juga, Esih (35) salah satu orang tua yang dikhitan, menghaturkan terima kasih kepada penyelenggara. Semoga mendapatkan barokah. "Beruntung, ada acara sunatan masal ini. Sehingga bisa mengurangi beban biaya keluarga," ungkap ibu yang menjadi salah seorang pengrajin sapu di Desa Sarewu ini. (N)