LKKS



Sabtu, 27 Oktober 2012

PEMBANGUNAN MASJID AL-IKHLAS, “Momentum Pembinaan mental spiritual”



Degradasi moral masyarakat terutama dikalangan pemuda-pemudi dewasa ini perkembangannya semakin menghawatirkan, tingkat kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual serta banyak lagi yang lainnya kian marak sehingga untuk dapat mengimbanginya diperlukan adanya pembinaan mental dan spiritual sedini mungkin.
Kehadiran masjid atau rumah-rumah peribadatan lainnya mutlak dibutuhkan agar mampu membentuk sumber daya manusia yang mulia serta mencetak generasi-generasi penerus yang tidak hanya memiliki kualitas namun juga berakhlakul karimah
Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda disela-sela peresmian masjid Al-Ikhlas, Sabtu (27/10) di Desa Sembawa Kecamatan Jalaksana, ikut menghadiri Ketua TP PKK yang sekaligus Ketua K3S Kuningan H. Utje Ch Suganda, Camat kecamatan Jalaksana Ahmad Wiraatmaja, S.Ap, Camat Kecamatan Cilimus R. Koentjoro Hidajat, S.Sos, Kepala Desa Sembawa Uhan Juhana.
Momentum peresmian masjid Al-Ikhlas ini, lanjut beliau, kiranya dapat menjadi media dakwah untuk memperkokoh komitmen bersama membangun kehidupan beragama sesuai dengan visi misi kabupaten kuningan yang relevan dengan kegiatan penegakan ajaran agama yang suci, dengan pondasi aqidah yang kokoh dan kuat.
Beliau mengajak kepada seluruh komponen masyarakat terutama pemuda-pemudi untuk secara bersama-sama memakmurkan masjid,”Rancang program-program keagamaan yang berkualitas dalam upaya mendorong masyarakat lebih istiqomah dalam hal penanaman akidah yang pada gilirannya berdampak pada ketahanan mental spiritual keimanan dan ketaqwaan yang kuat dan kokoh,” pungkasnya
Sementara itu dalam laporannya Kepala Desa Sembawa Uhan Juhana mengatakan kondisi awal bangunan masjid telah rusak karena masjid dibangun pada tahun 1970 dan dari segi estetika bangunan serta arsitekturnya sudah kurang memenuhi standar selain itu kapasitas daya tampung masjid terutama dihari-hari besar keagamaan sangat terbatas.
“Pembangunan masjid Al-Ikhlas ini dilaksanakan secara swakelola oleh panitia, yang dilaksanakan dengan dua tahap, tahap pertama tahun 2005-2007 merupakan tahapan sosialisasi kepada masyarakat serta pengumpulan dana dan tahap kedua tahap pembangunan yang berlangsung selama lima tahun dari tahun 2007 sampai 2012,” paparnya.
Menurutnya, biaya pembangunan masjid mencapai 1,5 M yang berasal dari dana bantuan pemerintah, donator, swadaya murni masyarakat serta APBDes,”Kami menghaturkan terima kasih atas semua dukungan baik materiil dan spiritual sehingga pembangunan masjid dapat terselesaikan dengan baik, peresmian masjid ini juga diisi dengan acara sunatan massal sebanyak 11 orang anak.” (Beben)

Selasa, 16 Oktober 2012

ANDI MALLARANGENG BUKA PORPEMDA VIII





Menteri Pemuda dan Olah Raga RI Andi Alfian Mallarangeng secara langsung hadir ke Kabupaten Kuningan untuk membuka event Pekan Olah Raga Pemerintah Daerah (Porpemda) VIII Jawa Barat yang digelar di Kabupaten Kuningan.
Selain menpora hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf serta beberapa pejabat penting daerah Kabupaten/kota yang ikut serta dalam penyelenggaraan Porpemda, pembukaan porpemda sendiri dipusatkan di Stadion Mashud Wisnusaputra, Selasa (16/10)  yang dimeriahkan dengan performance kesenian para kontingen kabupaten/kota, Marching Band Gita Pakuan Bandung, serta semarak kembang api.
Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, mengatakan porpemda VIII yang diselenggarakan di Kabupaten Kuningan merupakan sejarah besar,”Ini adalah kepercayaan pemerintah Provinsi untuk penyelenggaraan event besar olah raga bagi Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Kabupaten Kuningan, lanjut Beliau, telah melakukan persiapan dengan matang untuk penyelenggaraan porpemda venue-venue pertandingan telah siap untuk dipergunakan, fasilitas-fasilitas pendukung lainnya pun telah dihadirkan demi lancarnya penyelenggaraan pertandingan.
Bupati H. Aang Hamid Suganda mengaku Kuningan merupakan salahsatu penyumbang atlet-atlet olahraga level nasional, dari cabang atletik yang membela Provinsi Jawa Barat pada PON XVIII Riau, Ika Puspadewi yang turun pada nomor lompat tinggi putri meraih emas pertama juga dari nomor lompat jangkit mempersembahkan medali dengan meraih perak, Dudung Suhendi pada nomor lempar martil dengan meraih emas kemudian Rio Prasetyo pada lari 400 M mendulang perunggu, Febri Ekawati meraih emas dengan memecahkan rekor PON yang sebelumnya dipegang atlet asal Papua dengan lemparan 13,77 meter pada nomor tolak peluru sedangkan Febri lemparannya mencapai 13, 89 meter.,”Ini merupakan bukti Kuningan pantas dijadikan tempat penyelenggaraan event besar olah raga Porpemda,” tandasnya.
Menpora Andi Mallarangeng, mengatakan, porpemda sudah diselenggarakan di Jawa Barat sebanyak delapan kali, secara rutin, hal tersebut menunjukkan tingkat kesadaran berolahraga masyarakat Jabar cukup besar. Mulai dari masyarakat biasa, atlet hingga pegawai negeri sipil, “Acara seperti ini terus dilaksanakan secara rutin. Saya senang, karena dengan berolahraga kita memiliki  tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat. Karena memang, olahraga tidak hanya untuk atlet-atlet, tetapi juga  para PNS," kata Menpora.
"Saya memberi apresiasi kepada pemerintah daerah Jawa Barat  yang terus mengembangkan olahraga. Jabar lumbung atlet nasional Indonesia dan terbukti di PON kemarin menjadi runner up, dan PON berikutnya Jabar bisa menjadi juara umum karena sebagai tuan rumah. Olahraga menjadi budaya yang bisa memunculkan para atlet-atlet baru. Saya ucapkan selamat bertanding kepada para peserta dan junjung sportivitas," tambah Menpora. (Beben)

Rabu, 19 September 2012

HJ UTJE KEMBALI PIMPIN PMI



Hj. Utje Ch Suganda untuk kali kedua kembali pimpin Markas Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kabupaten Kuningan masa bakti 2012-2017, hal tersebut menunjukkan di bawah kepemimpinan Istri Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda tersebut menunjukkan kinerja yang cukup baik sehingga kembali dipercaya untuk memimpin PMI.
Pelantikan Ketua PMI tersebut diikuti pelantikan seluruh jajaran kepengurusan serta pengukuhan direktur unit donor darah dan kepala markas PMI Kabupaten Kuningan yaitu H. Sarjono. M. Kes, bertempat dipendopo Kuningan, Rabu (19/9).
Ikut menghadiri Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, Sekretaris Daerah Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si, Ketua PMI Provinsi Jawa Barat Inspektur Jenderal (Purn) Drs. H. Adang Rohyana, Ketua DPRD Kuningan H. Acep Purnama, M.H, Dandim 0615 Kav. Sugeng Waskito Aji, Ketua Pengadilan Negeri Erwantoni, SH,M.H, serta undangan lainnya.
Ketua PMI Provinsi Jawa Barat Inspektur Jenderal (Purn) Drs. H. Adang Rohyana, mengatakan pengurus PMI merupakan agen-agen perubahan organisasi PMI nantinya dan pimpinan PMI harus jadi Winner (pemenang) sehingga kehadirannya menjadi solusi dari sebuah permasalah.
“PMI harus membentuk strategi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjadi mitra strategis bagi pemerintah serta perlu membentuk jaringan yang didalamnya termasuk jaringan komunikasi,” tandasnya.
Menurutnya, menjadi pengurus PMI harus berani berkorban demi kepentingan masyarakat mempunyai jiwa kepedulian tinggi, rasa kasih-sayang yang tinggi dalam menjalankan tugas sehingga tidak menjadi beban nantinya, “Dimana kaki menginjak disitu bumi bergetar,” ujarnya.
Ketua terpilih Hj. Utje Ch Suganda menyampaikan terima kasih atas dukungan yang besar dari berbagai pihak sehingga PMI dapat terus eksis dalam upayanya membantu masyarakat, “Kami akan terus bersinergi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya
Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, mengatakan, keberadaan PMI sangat strategis dan penting bagi kelangsungan hidup masyarakat sehingga kontribusi terhadap masyarakat cukup dinantikan.
Lebih lanjut Beliau mengatakan, kedepan PMI harus terus mengutamakan kepentingan kemanusiaan serta tetap berpedoman kepada 7 prinsip dasar PMI yakni Kemanusiaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, dan Kesatuan serta kesemestaan. Sebagai organisasi sosial kemanusiaan,“PMI mengemban misi sangat mulia yaitu memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Beliau berpesan PMI harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menjalankan program kerja kedepan serta terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat tanpa pengecualian. (Beben)

Senin, 17 September 2012

400 PERSEN ANAK DAPAT ILMU PENGETAHUAN DARI PESANTREN




Direktur pembinaan PK-LK Dikdas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dr. Mujito, AK, M.Si mengatakan, pendidikan untuk anak yang diperoleh dari pesantren sampai 400 persen, seratus persen ilmu pengetahuan umum, seratus persen ilmu pengetahuan agama, seratus persen ilmu pengetahuan seni serta seratus persen ilmu pengetahuan kesehatan,”Ini merupakan kelebihan yang didapat anak menjadi santri di pesantren,” ujarnya.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan pekan olah raga dan seni santri serta sosialisasi peraturan bupati tentang pendidikan inklusif tahun 2012, Senin (17/9) bertempat di Gor Ewangga Kuningan yang di buka langsung Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda.
Ikut menghadiri Ketua MUI Kyai H. Hafidin Achmad, Ketua TP PKK yang sekaligus ketua K3S Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, Ketua Komisi D Drs H Ending Suwandi, MM, serta camat se-Kabupaten Kuningan.
Lebih lanjut Mujito menambahkan, setidaknya ada empat tujuan pendidikan di pesantren yaitu pendidikan olah pikir, pendidikan olah qolbu, pendidikan olah raga serta pendidikan olah seni yang didapat ketika anak menjadi santri di sebuah pesantren.
Terkait pendidikan inklusif Ia menyatakan kagum terhadap komitmen Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dalam waktu dua bulan saja telah mampu melahirkan peraturan Bupati tentang pendidikan inklusif.
Menurutnya, dengan lahirnya perbup tersebut pendidikan inklusif di Kuningan khususnya telah memiliki payung hukum yang jelas sehingga kedepannya mampu menjadi aturan demi kemajuan bidang pendidikan inklusif itu sendiri.
Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatakan, pekan olah raga dan seni santri merupakan event yang memiliki manfaat besar untuk mengukur prestasi yang telah diperoleh pada saat diperoleh dipesantren, dengan demikian setiap materi yang diperlombakan semaksimal mungkin dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
Terkait pencanangan Kabupaten Kuningan sebagai pelopor pembudaya pendidikan inklusif tingkat Jawa Barat pada 3 Juli 2012 yang lalu merupakan komitmen kuat pemerintah terhadap kepedulian bagi anak-anak berkebutuhan khusus terutama dalam bidang pendidikan,”Lahirnya perbup tentang pendidikan inklusif merupakan tindak lanjut serangkaian kebijakan dan program strategis yang disiapkan pemerintah,” tandasnya.
Menurutnya, pemerintah Kabupaten Kuningan dalam rangka mendorong keberpihakan terhadap pendidikan khusus dan layanan khusus senantiasa telah menjalin kemitraan yang koordinatif dengan direktorat PK-LK dikdas kemendikbud RI dengan dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat, tindak lanjut dari kerjasama tersebut pada akhir tahun 2012 kabupaten Kuningan telah siap untuk menyediakan lahan guna pembangunan gedung Autis Centre yang diprogramkan oleh Direktorat PK-LK Dikdas kemendikbud RI. (Beben)

Rabu, 05 September 2012

RANGKAIAN HUT RI KE-67 DAN HUT KE-514 KUNINGAN



KARNAVAL
Lebih dari 70 peserta ikuti karnaval dengan menampilkan visualisasi pembangunan dan berbagai kemampuan untuk menghibur masyarakat Kuningan. Karnaval Daerah ini selain disaksikan masyarakat, juga Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda beserta istri Ketua TP PKK sekaligus Ketua K3S Kuningan Hj. Utje Choeriah Suganda, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para pejabat lingkup Setda serta para undangan, langsung di panggung kehormatan depan Mesjid Agung Syiarul Islam. Peserta karnaval terdiri dari semua SKPD, Kantor, Dinas, Badan, BUMD, Kecamatan, Organisasi, Sekolah, Perguruan Tinggi dan unsur lainnya.
Masyarakat Kabupaten Kuningan berjubel di sepanjang jalan Siliwangi, mulai dari depan Pendopo Kabupaten sampai Taman Kota Kuningan, untuk menyaksikan Karnaval Daerah dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-514 Kuningan, Rabu (5/9).

Sabtu, 01 September 2012

RANGKAIAN HUT RI KE-67 DAN HUT KE-514 KUNINGAN


SAPTONAN
Bupati Kuningan yang menghadiri secara langsung kegiatan ini dengan mengenakan pakaian adat sunda dan mengenakan bendo mengatakan, sangat bangga terhadap sapton yang merupakan tradisi tahunan dalam rangka perayaan hari jadi Kuningan ke-514. “Pada pergelaran sapton kali ini kelihatan masyarakat sangat antusias sekali maka untuk tahun-tahun yang akan datang saya harapkan kegiatan ini dikemas dengan baik sehingga dapat memberikan tontonan yang lebih menarik dan dapat mendatangkan nilai ekonomis bagi masyarakat kuningan. Pinta Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda. Dilokasi Lapangan Kertawangunan depan terminal tipe A. Sabtu (1/9).
Hadir juga dalam acara tersebut, Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, Ketua DPRD Acep Purnama, Dandim Letkol Kav Sugeng Waskito Aji beserta istri, TP PKK yang sekaligus Ketua K3S Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, Sekretaris Daerah Yosef Setiawan, Ketua TP.PKK Hj. Utje Ch. Suganda, Kapolres AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono, SIK, MH.(Beben)

RANGKAIAN HUT RI KE-67 DAN HUT KE-514 KUNINGAN



Sidang Paripurna
Peringatan hari jadi ke-514 Kuningan berlangsung khidmat dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Kuningan, yang digelar di gedung DPRD, Sabtu (1/9), dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kuningan H.Acep Purnama.
Ikut menghadiri Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Wakil Bupati Drs. Momon Rochmana, MM beserta para Muspida, Ketua TP PKK yang sekaligus Ketua K3S Kuningan Hj. Utje Ch Suganda dan jajaran Pejabat Kabupaten Kuningan, Kepala Bakorwil Cirebon Drs. H. Ano Sutrisno, MM, Bupati Majalengka, Bupati Cirebon, Bupati Ciamis, Bupati Brebes, Bupati Cilacap, Walikota Banjar dan Walikota Cirebon, atau yang tergabung dalam Kuningan Summit.
Hadir pula mantan wakil Bupati Kuningan H. Aan Suharso serta para undangan lainnya yang merupakan putra asli Kuningan, di antaranya Ketua Komisi Yudisial (KY) RI Prof. DR. H. Eman Suparman, SH, MH, Sekjen DPW Partai Nasdem Jabar DR. H. Agus Suparman Ma’an, Anggota DPRD Jabar H.T. Mamat Robby Suganda S.Sos, dan Staf Ahli Walikota Bandung H. Zainul Mustafa Affandi, SE.(Beben)