LKKS



Senin, 19 Desember 2011

Hj. Utje Ch. Suganda Terima Penghargaan Satyalancana Kebhaktian Sosial


Atas jasanya dalam bidang kesejahteraan sosial Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., Senin (19/12) bertempat di Komplek Candi Prambanan Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Kebhaktian Sosial Tahun 2011 dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono yang diserahkan langsung Wakil Presiden RI Boediono. Tanda kehormatan ini diberikan Dalam rangka peringatan puncak Hari Kesetiakawanan sosial Nasional 2011. Turut juga menyaksikan Mensos RI Salim Asegaf, Menko Kesra RI agung Laksono, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono
Hal ini didasari oleh Surat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia Nomor: 993/DYS-PK/KKKS/XII/2011 tanggal 12 Desember 2011 perihal Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebhaktian Sosial kepada Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos oleh Presiden Republik Indonesia
Ada 3 (tiga) kriteria mengapa istri dari H. Aang Hamid Suganda Bupati Kuningan ini mendapatkan penghargaan atas dasar kesadaran, prakarsa sendiri dan rasa tanggung jawab sosial, yaitu:
1. Telah mengabdi dalam pelayanan publik selama 8 (delapan) tahun sebagai Ketua TP. PKK Kabupaten Kuningan, yaitu dari tahun 2003 sampai sekarang tahun 2011 secara terus-menerus.
2. Melalui Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Kuningan yang dipimpinnya telah melakukan kegiatan sosial dan hasilnya dirasakan manfaatnya dan diakui masyarakat.
3. Telah menghasilkan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Sebagai contoh:
a. Melaksanakan Program Rutin K3S melalui Kawin & Isbat Nikah Massal bagi Masyarakat Kuningan penyandang masalah kesejahteraan sosial (± 200 pasang pengantin) yang telah menikah tetapi belum tercatat di Kantor Urusan Agama.
b. Menjadi pioner berdirinya Sentra PK & PLK Sekolah Luar Biasa Negeri Taruna Mandiri yang kini telah menjadi Sekolah Model Berkebutuhan Khusus Internasional
c. Melakukan pembinaan dan pemberdayaan Noment Clatur Organisasi Sosial Panti Sosial Asuhan Anak se-Kabupaten Kuningan yaitu dengan memfasilitasi yayasan yang belum mempunyai Akta Notaris pendiriannya untuk dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai prasyarat untuk mendapat bantuan permakanan
d. Mendukung berdirinya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di 367 Desa dan 32 Kecamatan se-Kabupaten Kuningan sehingga Pemkab. Kuningan mengukuhkan beliau sebagai Bunda PAUD
e. Bersama TP.PKK melakukan Bina Wilayah Desa dan Kecamatan se Kabupaten Kuningan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya sebagai bahan masukan untuk Pemkab.Kuningan dalam memberdayakan potensi sumber kesejahteraan sosial masyarakat dengan menstimulan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi ± 4000 rumah Fakir Miskin
f. Membentuk Bank Darah untuk persediaan Palang Merah Indonesia di tiap desa se-Kabupaten Kuningan
g. Bersama Lembaga Lanjut Usia Indonesia Cabang Kabupaten Kuningan merintis program “Nyaah Ka Kolot” yaitu suatu upaya memberdayakan keberadaan para lanjut usia dalam masyarakat.
h. Bekerjasama dengan Dinsosnaker mempunyai agenda rutin dalam memfasilitasi pembuatan kaki palsu bagi para penyandang cacat tidak mampu.
i. Membina mental para petugas Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Kuningan untuk selalu siap siaga dalam menangani bahaya bencana alam karena Kab. Kuningan termasuk daerah rawan bencana
j. Menjadi nara sumber dalam penanganan dan penanggulangan penyebaran penyakit HIV/AIDS dan NAPZA dan memberikan suntikan motivasi bagi para korban HIV/AIDS.
k. Memdorong dan memberdayakan organisasi kepemudaan terutama Karang Taruna dalam menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial
Dalam wawancaranya pada hari Rabu (14/12) bertempat di Pendopo Kabupaten Kuningan, Hj.Utje Ch. Suganda mengatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya saja tetapi untuk seluruh elemen masyarakat yang terjun langsung mendukung upaya penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam bidang kesejahteraan sosial di Kabupaten Kuningan. Terutama Dinsosnaker, Bagian Kesra Setda, TP.PKK, K3S, PMI, Forum Panti, Karang Taruna, Tagana, dan lainnya.
Beliau juga menambahkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasinya ikut mendorong kesuksesan pembangunan di bidang sosial dan berharap masyarakat Kuningan ke depan lebih maju sesuai dengan Visi Kabupaten Kuningan yaitu Kuningan lebih sejahtera berbasis pertanian dan pariwisata yang maju dalam lingkungan lestari dan agamis tahun 2013.(WIBAWA GUMBIRA)

Selasa, 01 November 2011

K3S Gelar Nikah Massal, 81 Pasangan dapat Akta Nikah


Masjid At Taqwa Desa/Kecamatan Ciawigebang, tampak berbeda dari biasanya, Selasa (1/11) pagi. Di mesjid tersebut, terlihat sejumlah pasangan dari beberapa kecamatan yang ada di Kuningan. Ternyata, di pagi yang cerah ini digelar nikah massal yang melibatkan 17 pasangan dan 81 pasangan isbat nikah yang akan menerima Akta Nikah. Kegiatan ini merupakan gawean Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama Kab. Kuningan, Pengadilan Agama dan Pemkab Kuningan dan lainnya. Dalam kesempatan ini hadir juga Kapolres Kuningan, Dandim 0615 Kuningan, Ketua MUI, para camat dan undangan lainnya.
Isbat Nikah telah dilakukan beberapa pekan sebelumnya yang dilakukan Pengadilan Agama Kuningan di Sekretariat K3S Kuningan. Isbat nikah ini merupakan permohonan untuk pengesahan nikah dimana pernikahan dulu tidak tercatat di KUA atau kawin agama. Apabila sudah memenuhi persyaratan akan keluar putusan atau penetapan. Setelah itu akan diberikan akta nikah dari Kantor Urusan Agama setempat.
Ketua K3S Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, menuturkan, melalui kegiatan nikah massal dan isbat nikah ini akan memiliki arti penting dan strategis dengan tujuan untuk meningkatkan derajat dan martabat keluarga yang tidak mampu, melalui ikatan perkawinan yang sah secara hukum. Dengan harapan agar masa depan orang tua dan anak-anaknya bisa sejajar dengan keluarga yang lain dan terdaftar sebagai keluarga yang tercatat di Kantor Urusan Agama.
“Selain itu juga membantu program pemerintah agar masyarakat sadar hukum dan meminimalisasi nikah usia dini, nikah adat atau nikah yang tidak sesuai dengan undang-undang perkawinan Republik Indonesia,”ungkap Ketua K3S yang selalu melontarkan untuk saling mengingatkan dan terus menggali, menemukan, menerapkan dan berbagi ini.
Untuk sasaran nikah massal, yakni calon pengantin yang siap menikah tapi tidak mampu biaya nikah, yang sudah menikah sah menurut agama tapi belum tercatat di KUA dan Adanya perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya Undang-undang No 1 Th 1974.
Kaitan dengan Undang-undang No 1 Th 1974. Ketua K3S Kuningan menjelaskan, bahwa perkawinan yang sah harus memenuhi syarat agama dan catatan hokum. Perkawinan adalah suatu peristiwa yang membahagiakan dan layak diberitahukan karena berkaitan dengan status sosial di tengah masyarakat.
Usai melaksanakan prosesi ijab Kabul berbagai ungkapan bahagia pun terlontar dari pasangan pengantin , seperti pasangan syarif asal Desa Cirukem dengan Ruheni Desa Citangtu Kecamatan Kuningan yang langsung diantar Camat Kuningan ke lokasi ini. "Saya gembira sekali, kini bisa menikah. Untuk itu menghaturkan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah meringankan beban hidup terutama untuk nikah, terlebih lagi kedua orang tua sudah tiada belum lagi usaha yang tidak menentu penghasilannya,”ungkapnya.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan, diataranya Hutbah nikah, Ijab Kobul, Penyerahan Mas kawin (Mahar), Penyerahan buku nikah. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan akta nikah yang isbat nikah. Bahkan tak kalah pentinya dalam kegiatan ini dilakukan penyerahan simbolis pohon pepeling dari pengantin kepada Bupati Kuningan. Yang sebelumnya diberikan bingkisan dari penyelenggara untuk semua pasangan pengantin. NANA SUHENDRA

Kamis, 20 Oktober 2011

82 Pasangan Pengantin Mengikuti Isbat Nikah Massal

Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Kuningan menggelar Isbat Nikah kerja bareng dengan Pengadilan Agama Kuningan yang diikuti 82 pasangan pengantin, untuk kelompok pertama diikuti sebanyak 43 pasangan pengantin, bertempat di Sekretariat K3S Kuningan, Kel. Purwawinangun, Kamis (20/10).
Ketua K3S Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, menuturkan Isbat Nikah diikuti 82 pasang pengantin yang berasal dari beberapa Kecamatan yang berada di Kuningan. Yang dilakukan selama 2 hari untuk sisanya 39 pasangan pengantin akan dilakukan di Kantor Kecamatan Ciawigebang 21 Oktober.
“Bahkan rencanaya 1 November juga akan dilakukan nikah massal yang diikuti sebanyak 11 orang. Sekaligus penyerahan akta nikah bagi meraka yang telah melakukan isbat nikah,”ungkap Ketua Umum K3S Kab. Kuningan ini yang memiliki kepedulian sosial.
Adapun tujuan dari kegitan ini dijelasakannya, untuk mewujudkan pelaksanaan program secara terpadu untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan keluarga dengan menaati peraturan pemerintah dan meningkatkan pelaksanaan yang dilandasi kepedulian sosial untuk mengangkat derajat keluarga dengan memiliki surat nikah.
Untuk temanya yakni melalui bakti sosial nikah massal, kita tingkatkan ketaatan hukum dan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda tahunan dan kali ini kegiatan yang ke tigakalinya. Sedangkan untuk Isbat Nikah baru tahun ini, namun tidak menutup kemungkinan akan menjadi agenda tahunan.
Oman, S.Ag selaku Panitia/Sekretaris Pengadilan Agama Kuningan menjelaskan sidang Isbat nikah merupakan permohonan untuk pengesahan nikah dimana pernikahan dulu tidak tercatat di KUA atau kawin agama. Apabila sudah memenuhi persyaratan akan keluar putusan atau penetapan. Setelah itu akan diberikan akta nikah dari Kantor Urusan Agama setempat.
Untuk pelaksanaan sidang Isbat nikah ini Sekretaris Pengadilan mengatakan, bahwa ada Ketua Majelis, Hakim anggota 2 orang ditambah panitera pengganti 1 orang. Dari peserta nikah massal dihadiri suami selaku pemohon 1 dan istri pemohon 2 dan saksi. Adapun materi sidang berkaitan dengan pertanyaan siapa saksi nikah, wali nikah, mas kawin, dan lainnya. “Pengadilan agama akan menolak permohonan putusan apabila tidak memenuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dan juga menolak apabila ada peserta yang melakukan poligami,”ungkapnya.
Kegiatan nikah massal yang diprakasai oleh K3S Kuningan. Tak lepas juga dari kerja bareng Kementrian Agama Kuningan dan Pengadilan Agama, seperti yang diungkapkan Ketua Pengadilan Agama bahwa pihak kami akan terus mendukung bahkan rela jemput bola untuk terselenggranya kegiatan nikah massal ini. Terutama untuk membantu mereka yang tidak mampu dan semua ini dilakukan untuk memberikan kemudahan buat anak mereka mendapatkan akta lahir dan akta diri perkawinan. NANA SUHENDRA

Senin, 03 Oktober 2011

K3S Tasyakuran Gedung dan Bahas Persiapan Nikah Massal

Sebagai wujud syukur atas selesainya perehaban gedung Koordinator Kegiatan Kesejahteraan (K3S), Senin (3/10) Ketua K3S Hj. Utje Ch. Suganda melakukan potong tumpeng sekaligus rapat koordinasi pemantapan persiapan Nikah Massal yang ke tiga kalinya yang akan dilaksanakan di masjid Jami Desa/Kec. Ciawi Gebang pada tanggal 1 November 2011. Dengan target pasangan pengantin maksimum 200 orang yang terdiri dari seluruh kecamatan Se- Kuningan.
Kegiatan ini dihadiri Kadis Nakertransos Drs. Dadang Supardan, M.Si, Kepala Bappeda Dian Racmat Yanuar, M.Si. Kepala Bagian Kesra Setda Dedi Hanadi Wangsa, camat Ciawi Gebang, Perwakilan dari Kementrian Agama dan Kantor Pengadilan Agama beserta seluruh pengurus K3S.
Ketua Harian K3S Kuningan menuturkan, adapaun persyaratan calon pengantin tersebut pertama, mesti memenuhi persyaratan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, nikah secara agama, syah dan belum punya surat nikah dengan allasan tidak melanggar undang-undang. Untuk para Calon pengantin tidak dipungut biaya melainkan akan diberikan bingkisan.
Diharapkannya, melalui Bhakti Sosial Nikah Massal K3S Kabupaten Kuningan ini, dapat memiliki arti penting dan strategis. Karena bertujuan untuk meningkatkan derajat dan martabat keluarga yang tidak mampu (Gakin) agar masa depan orang tua dan anak-anaknya bisa sejajar dengan keluarga yang lain.
“Dan terdaftar sebagai keluarga yang tercatat di kantor urusan agama serta membantu program pemerintah agar masyarakat sadar hukum dan meminimalisasi nikah usia dini, nikah adat atau nikah yang tidak sesuai dengan undang-undang perkawinan Republik Indonesia,”katanya. Nana

Sabtu, 01 Oktober 2011

Gugus 34 SLB Kabupaten Kuningan Selenggarakan Gebyar Kreativitas dan Seni



Anak berkebutuhan khusus acapkali dipandang sebelah mata, kita lebih sering melihat kekurangan mereka tanpa melihat kemampuan lebih yang mereka punya. Banyak dari mereka mempunyai kelebihan dan mampu menghasilkan karya seperti orang normal pada umumnya, Seperti yang ditampilkani di Gebyar dan Pentas Seni gugus 34 SLB Kabupaten Kuningan yang diselenggarakan di Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan pada hari Sabtu (1/10).
Acara yang dhadiri oleh Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dan Ketua K3S kabupaten Kuningan H. Utje Ch Suganda tersebut memamerkan bebagai macam kerajinan tangan dan olahan makanan hasil dari anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi murid di SLB-SLB yang ada di Kuningan. Hadir dalam kesempatan itu juga Camat Cipicung dan unsur Muspika kec. Cipicung
Ketua Gugus 34 SLB Kabupaten Kuningan Drs. JAHARI SAEFUDIN,P.S,MM.Pd. mengungkapkan bahwa tujuan dari diselenggarakannya acara tersebut adalah untuk sosialisasi kepada masyarakat dimana nantinya masyarakat akan mendapat informasi tentang layanan pendidikan khusus bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. “ sekaligus dalam kegiatan ini kami mengenalkan hasil karya anak didik kami dengan berbagai kamampuan yang dapat secara langsung masyarakat ketahui, sebagaimana pada hari ini dapat kita lihat bersama-sama. selain itu juga saya berharap dengan adanya kegiatan ini akan tumbuh pemahaman sekaligus kesadaran terutama bagi keluarga yang oleh Allah diberikan kepercayaan memilki anak-anak yang berkekurangan baik fisik maupun mentalnya untuk dapat mendapatkan layanan pendidikan seperti halnya anak-anak yang lain ” tambah beliau.
Untuk keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Kuningan terdapat 9 sekolah yaitu : SLB Negeri Taruna Mandiri yang berada di desa Sampora Kecamatan Cilimus, SLB B-C Dharma Wanita yang berada di desa Jalaksana Kecamatan Jalaksana, SLB A dan B Perwari yang berada di Kasturi Kuningan , SLB C Perwari yang berada di Sindang Sari Ancaran, SLB C Kadugede yang berada di desa Babatan Kadugede, SLB Lurangung yang berada di desa Cirahayu kecamatan Lurangung, SLB Al Adha yang berada di desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang dan SLB Bina Insani yang berada di desa Kalimanggis Kulon Kecamatan Kalimanggis.
Sementara itu Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kuningan Hj. Utje Ch Suganda dalam sambutannya menyambut baik acara Gebyar Kreativitas dan Seni tersebut beliau juga mengungkapkan rasa bangganya kepada Anak-anak yang berkebutuhan khusus di kabupaten Kuningan karena tidak sedikit dari mereka yang memilliki prestasi baik di tingkat nasional sampai ke internasioal “ kepada para orang tua yang mempunyai anak yang memiliki kebutuhan khusus jangan pernah merasa minder karena banyak dari mereka mampu menghasilkan prestasi yang luar biasa, mereka dapat menjadi kebanggaan keluarga serta kebanggan kabupaten Kuningan” kata beliau.
Selain itu juga Hj. Utje Ch Suganda mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru SLB yang telah dengan sabar membimbing anak-anak yang berkebutuhan khusus .(johanes)

Rabu, 27 Juli 2011

Kepedulian Hj. Utje CH. Suganda Terhadap Penyandang Cacat Berbuah Penghargaan

Kepedulian dan perhatian Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos., selaku Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kuningan terhadap penyandang cacat membuahkan hasil dengan mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan yang diwakili Asisten 3 Kesos Provinsi Jabar Aif Rivai SH. M.Si. didampingi Hj. Netty Heryawan yang dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Jawa Barat, Rabu (27/7) bertempat di Gedung Sate. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jabar.
Piagam penghargaan Gubernur Jabar No. 002/Kep.961-BKD/2011 yang penerimaanya diwakili Ketua Harian K3S Kuningan Drs. Sobana ini, merupakan penghargaan yang lebih ditekankan atas keberhasilan Hj. Utje Choeriah Suganda, memberikan pembinaan dan mensuport anak-anak terutama penyandang cacat. Salah satunya telah mengantarkan Mimin Aminah siswa SLB C Perwari Ancaran merebut medali emas cabang Tenis Meja tingkat internasional (paralistik olimpiade Solina) di Atena Yunani pada Bulan Juni.
Asisten 3 Kesos Provinsi Jabar Aif Rivai SH. M.Si. menuturkan, momentum acara ini sangat tepat terutama berkenaan dengan perlindungan hak anak. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi anak yang jujur cerdas, sehat dan bertanggung jawab karena masa depan bangsa ada pada mereka.
Sementara itu, Hj. Utje Ch Suganda mengatakan, memperhatikan dan peduli terhadap tumbuh kembang anak adalah kewajiban kita semua terutama yang berkebutuhan khusus. Kita harus sabar dan ikhlas untuk membentuk jiwa anak menjadi sejati mandiri dan kreatif.
“Sebagai contoh anak berkebutuhan khusus di Kabutaen Kuningan banyak yang berprestasi bukan hanya tingkat daerah, jabar, nasional bahkan dunia internasional. Salah satunya Mimin Aminah yang meraih mendali emas di tingkat internasional,”ungkap Hj. Utje Ch. Suganda yang juga Ketua TP. PKK Kabupaten Kuningan.
Kaitan dengan penerimaan penghargaan Hj. Utje Ch Suganda mengungkapakan, bahwa penghargaan yang telah diterima ini merupakan penghargaan bersama terutama masyarakat Kuningan yang telah memiliki kepedulian dan perhatian terhadap anak-anak terutama penyandang cacat/berkebutuhan khusus. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Adapun Program kegiatan K3S Kabupaten Kuningan yang telah dilaksanakan dikatakan Ketua Harian K3S Kuningan, menjadi bagian dari perintis pendirian SLBN Taruna Mandiri sebagai pilot project di tingkat provinsi Jabar oleh Mendiknas RI Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA., menggelar bhakti sosial Nikah Massal, mengikuti kegiatan Bina Wilayah TP.PKK Kabupaten Kuningan ke 32 Kecamatan dengan menyeleksi PMKS untuk Yayasan, Panti dan SLB, melaksnakan Baksos Ramadhan, memberikan santunan paket sembako dan pelayanan kesehatan, 50 orang operasi bedah minor dan 50 anak khitanan massal di GOR Ewangga Kuningan kerja bareng dengan Alumni SMAN 7 Jakarta angkatan ’79, Juara II tingkat Nasional Perstival Band diserahkan oleh Mendiknas RI di Buah Batu Malang, Jawa Tengah dan mendukung program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Disamping itu melakukan Bina Wilayah ke 30 Orsos yang melaksanakan kegiatan Panti Asuhan Sosial Anak Asuh (PSAA) se-Kabupaten Kuningan mulai dari Bulan November s.d. Desember 2010. Kegiatan ini adalah terobosan baru dari K3S untuk melihat dari dekat keberadaan organisasi sosial yang melaksanakan kegiatan PSAA sehingga dapat menyerap langsung masukan dan permasalahan yang terjadi di lapangan.
Juga mendukung dan memberikan bantuan dana kegiatan bagi Tim PORCADA III Jawa Barat, Tim Pekan Olahraga Nasional (Pornas) SOINA dan Tim Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Penyandang Cacat Kabupaten Kuningan Tahun 2010. Prestasi tertingggi diraih Tim Porcada III dengan menduduki peringkat Juara Umum ke 2 Tingkat Jawa Barat. (G/N)

Senin, 31 Januari 2011

Bulan Dana PMI “ Berikan Penghargaan pada Pihak yang Berpartisipasi”


Bertempat Aula Bank Jabar Banten pada Rabu (26/1) Bupati kuningan H. Aang Hamid Suganda menutup Bulan dana PMI Kabupaten Kuningan tahun 2010 sekaligus menyerahkan penghargaan kepada Dinas, Instansi, Lembaga, Badan dan kecamatan terbaik dalam pelunasan dan percepatan bulan dana PMI. Hadir dalam acara tersebut hadir unsur Muspida Kabupaten Kuningan, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kuningan, Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan H. Nandang Sudrajat yang juga selaku ketua panitia bulan dana PMI, Ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, para kepala SKPD se-kabupaten Kuningan, para Camat dan Pimpinan BUMD/BUMS se- kabupaten Kuningan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan yang juga Ketua Panitia bulan dana PMI Kabupaten Kuningan Drs. H. Nandang Sudrajat menjelaskan bahwa bulan dana PMI dilaksankan selama tiga bulan mulai bulan September sampai dengan Desember 2010, sedangkan ununtuk pemeberian penghargaan diberikan kepada kepada Dinas, Instansi, Lembaga, Badan dan kecamatan terbaik dalam pelunasan dan percepatan bulan dana PM dimana untuk kategori nilai Rp. 6,5 Juta untuk juara satu yaitu Kecamatan Cigugur, ke dua Kecamatan Luragung dan ketiga Kecamatan Cilimus. Untuk kategori B diatas nilai Rp. 4 Juta untuk juara pertama diaraih oleh kecamatan Lebakwangi, juara kedua Kecamatan Cigandamekar dan juara ke tiga Kecamatan Garawangi. Untuk kategori C diatas nilai Rp.2-4 juta juara pertama diaraih oleh kecamatan Mandirancan, juara dua diaraih oleh kecamatan Pancalang, juara tiga diaraih oleh kecamatan Cibeureum sedangkan untuk SKPD peringkat pertama diaraih oleh Samsat, peringkat kedua oleh Kantor DisdukCapil, peringkat tiga oleh kantor BTPN, peringkat empat oleh Bank Jabar banten dan untuk peringkat ke lima oleh kantor pos & giro. sedangkan untuk juara umum masih seperti tahun lalu dipegang oleh kecamatan Ciawigebang
Hj. Utje Ch Suganda, Sos selaku ketua Palang Merah Indonesia kabupaten Kuningan dalam sambutannya mengungkapkan tujuan dari Bulan dana PMI dimaksudkan untuk memotivasi segenap lapisan masyarakat melalui PMI, menanamkan rasa kasih saying dan kesadaran bahwa setiap individu saling menolong, serta memberikan pendidikan khususnya kepada generasi muda agar dapat menyumbangkan tenaga dan pikirannnya dalam menghimpun dana untuk PMI. “ saat ini pelaksanaan bulan dana PMI 2010 tersebut sudah berakhir dan pengurus PMI kabupaten Kuningan melaporkan hasilnya sebagai bentuk pertanggungjawaban, dengan prosentase 80 % meningkat dari tahun 2009” tambahnya.
Hj. Utje Ch. Suganda juga memaparkan bahwa pengunaan bulan dana PMI meliputi : sumbangan wajib bulan dana ke PMI Jawa Barat 10 % dari pendapatan keseluruhan, kesiap siagaan bencana alam, bantuan sosial baik di wilayah kabupaten maupun di Luar Kabupaten Kuningan sesuai 7 prinsif dasar palang merah internasional, untuk biaya operasional PMI Kabupaten Kuningan, pembinaan KSR/TSR/PMR seperti mengikuti kegiatan Jumbara TK provinsi dan tingkat Nasional, pelatihan-pelatihan kepalang merahan dalam rangka meningkatkan SDM, perawatan Kantor, ATK, dan gaji Pegawai PMI, mengirimkan relawan ke lokasi bencana seperti ke Dayeuh Kolot Ciwidey Bandung selatan, Pembinaan PMR ke sekolah-sekolah sesuai tingkatannya, mengirimkan pelatihan KSR tingkat Provinsi Jawa Barat, mengirimkan petugas pertolongan pertama (PP) pada setiap even yang mengerahkan banyak massa. “ selain itu, saya pun ingin menginformasikan bahwa PMI kabupaten Kuningan selain melaksanakan bulan dana juga turut serta dalam penanggulangan bencana alam, melaksanakan pelayanan kesehatan dan transfusi darah, melakukan pembinaan terhadap generasi muda dan relawa, merekrut anggota KSR, TSR dan PMR serta sosialisasi baik langsung atau media masa, juga andanya balai pengobatan siaga yang melayani masyarakat umum maupun peserta Jamkesmas” tambahnya.
Hj. Utje Ch Suganda selaku Ketua PMI Kabupaten Kuningan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia bulan dana PMI 2010 dan semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada PMI untuk mengelola hasil pengumpulan bulan dana.
Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberadaan PMI Kabupaten Kuningan sangat membantu masyarakat terutama ketika terjadi bencana. Terutama dalam rangka mencermati berbagai musibah dan bencana baik di Kabupaten Kuningan, PMI Kabupaten Kuningan memiliki p-eran yang tidak kecil baik dalam melakukan penggalangan dana maupun memberikan bantuan kepada korban bencana.
“ Untuk itu keterlibatan unsur masyarakat semakin diperluas agar gema bulan dana PMI dapat tersosialisasi lebih awal, sehingga hasil yang diperoleh dalam pengumpulan dana mampu ditingkatkan jumlahnya, selain itu PMI juga perlu mencari kiat atau terobosan baru dalam pengumpulan dan misalnya dengan melibatkan PNS yang ada di Kabupaten kuningan, Para Pengusaha dan tokoh masyarakat,”kata Bupati Kuningan. (JO).