LKKS



Senin, 29 Juli 2013

K3S BERBAGI DIBULAN RAMADHAN



Konsistensi Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Kuningan dalam membantu meringankan beban masyarakat dengan berbagi tidak diragukan lagi, kesinambungan dalam melaksanakan kegiatan rutin bhakti sosial merupakan bukti nyata kontribusi dalam upaya membantu program pemerintah Kabupaten Kuningan mengentaskan kemiskinan.
“Bhakti sosial kali ini bertujuan meringankan beban para pengurus panti terutama di dalam menghadapi bulan suci ramadhan juga terjalinnya koordinasi yang baik antara yayasan dan panti sosial asuhan anak dalam menangani PMKS dan PSKS untuk terwujudnya kesejahteraan sosial serta meningkatkan komunikasi dan peran serta  yayasan/ panti asuhan dalam mendukung program pembinaan PMKS & PSKS terutama masalah panti sosial anak asuh oleh K3S Kab. Kuningan,”  ujar ketua panitia Drs. H. Sobana, Senin, (29/7) bertempat di Sekretariat K3S Jl. Pramuka Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan
Ikut menghadiri Wakil Ketua K3S Dr. Dian Rachmat Yanuar, Kepala Bagian Kesra Kabupaten Kuningan Drs. Toto Toharudin, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Drs. H. Dadang Supardan, M.Si, serta undangan lainnya.
Menurutnya, sasaran dari kegiatan bhakti sosial K3S Kab. Kuningan ini meliputi  15 yayasan/panti asuhan dengan jumlah 200 orang anak dan pengurusnya yang belum tersentuh oleh instansi lain.
Sementara itu ketua K3S Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda yang disampaikan Wakil Ketua K3S Dr. Dian Rachmat Yanuar mengakui masih banyak  yang harus diperbaiki, dilakukan dan dihasilkan oleh K3S sebagai mitra kerja pemerintah daerah dalam bidang pembangunan sosial meskipun cukup banyak yang alhamdulillah telah kita capai dan hasilkan.
Kuningan rumah besar kita bersama rumah tempat kita lahir, tumbuh, besar, dan berbakti.  karena itu, marilah kita berikan sumbangan pemikiran yang positif dan konstruksif, dan kerja nyata yang tepat dan produktif, agar rumah besar tempat kita bernaung tetap kukuh, teduh, aman, tenteram, dan sejahtera. dalam kaitan inilah, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan, karena, dalam banyak hal panti sosial asuhan anak di Kabupaten Kuningan telah menampilkan sikap sosialnya yang objektif,”
Menurutnya, bakti sosial ini terasa sangat tepat untuk menyiasati harga sembako yang biasanya mulai naik di saat ramadhan. apalagi kehidupan masyarakat kita sekarang ini semakin sulit dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) yang diikuti dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.
Beliau berharap, kegiatan kali ini dapat menjadi rangsangan untuk mempererat jalinan silaturrahim di antara para pengurus panti, pengurus K3S dan dinas instansi terkait dalam bidang sosial. “Mari kita perkuat jalinan ukhuwah islamiyah, mari kita bangun ukhuwah wathoniyah, mari kita wujudkan negara dan bangsa kita menjadi negara yang bermartabat, maju, adil, dan makmur. negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.” (beben)

Jumat, 21 Juni 2013

PISAH SAMBUT KAPOLRES : “Sulit gantikan orang yang telah menanamkan jejak kebaikan”



AKBP Harry Setiawan, S.I.K, M.H, Kapolres Kuningan yang baru menggantikan AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono, S.I.K, M.H, mengatakan sulit menggantikan orang yang telah menanamkan jejak serta nilai-nilai kebaikan dibandingkan dengan menggantikan orang yang tidak baik.
“Kapolres sebelumnya telah menanamkan kebaikan dalam menjalankan tugas-tugas pengabdian dan itu jejak yang sulit digantikan, namun saya akan mencoba meneruskan dengan segenap kemampuan untuk mengabdi dan melayani masyarakat,” tandasnya saat memberikan sambutan perdana. Jumat (21/6) bertempat di Hotel Grage Sankan
Kapolres yang baru juga didampingi langsung wakapolres baru Kompol Riza Maritu yang menggantikan Kompol Yudianto Adinugroho, S.I.K, yang secara bersamaan beralih tugas dari Kabupaten Kuningan, AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono, S.I.K, M.H bertugas menjadi Kapolres di Indramayu sementara Wakapolres Kompol Yudianto Adinugroho, S.I.K, beralih tugas di Polda Jabar.
Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatakan, mutasi dan alih jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, hal itu tentu dimaksudkan agar setiap aparatur dapat merasakan dinamika dalam proses pembelajaran secara makro serta mampu memahami karakteristik masyarakat yang beragam,”Kita sebagai aparatur memiliki tanggung jawab untuk mengabdi kepada negara, pemerintah dan masyarakat kapanpun dan dimanapun ditugaskan,” katanya
Menurutnya, dengan bertambahnya pengalaman tentu saja akan berdampak kepada tingkat kematangan aparatur dalam menjalankan tugas pokoknya, hal ini tentu saja akan berdampak pada proses optimalisasi kinerja sebuah organisasi, dan bagi pribadi aparatur akan menjadi proses pendewasaan dalam mengemban tugas di masa yang akan datang.
Selain itu, beliau mengatakan, terkait pesta demokrasi politik yang akan diselenggarakan di Kabupaten Kuningan 15 September mendatang yakni pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, ini merupakan tugas yang harus secepatnya dikoordinasikan dengan berbagai elemen pemerintahan, masyarakat serta organisasi masyarakat untuk dapat menciptakan suasana yang aman,damai dan kondusif sehingga nanti pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar.
“Secara pribadi, pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Kuningan saya menyambut baik kehadiran Kapolres dan Wakapolres yang baru semoga tugas mulia ini dapat dijalankan sebagaimana mestinya.”
Ikut menghadiri Ketua DPRD Kuningan Acep Purnama, M.H, Dandim 0615 Kav. Sugeng Waskito Aji, Ketua TP PKK Hj. Utje Ch Suganda, serta pejabat di lingkup pemerintah Kabupaten Kuningan. (beben)

PPNI GELAR KONSOLIDASI DAN ADVOKASI



Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) cabang Kuningan, Jumat (21/6) bertempat di Hotel Tirtasanita menggelar rapat konsolidasi dan advokasi dalam rangka memperjuangkan payung hukum bagi perawat.
“Perundang-undangan keperawatan merupakan payung hukum yang belum kami miliki sehingga dengan rapat konsolidasi dan advokasi ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dalam upaya menyegerakan terbentuknya undang-undang keperawatan.” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sarji, SE. M.M.Kes dihadapan para perawat .
Ikut menghadiri Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Ketua TP PKK Hj. Utje Ch Suganda, M.A.P, Perwakilan Perawat Tingkat Provinsi Iding Suwardiman, S.Kep, M.M.Kes, serta Kabag Humas Setda Drs. Asep Budi Setiawan, M.Si.
Menurutnya, PPNI cabang Kuningan memiliki jumlah keseluruhan yang cukup besar yang berjumlah 882 orang dan yang hadir kali ini 5 orang tiap rantingnya. “PPNI merupakan organisasi profesi untuk menjembatani permasalah-permasalahan dibidang keperawatan.”
Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengatakan dalam upaya pembangunan disegala bidang terutama bidang kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan menyeluruh.
Keberadaan perawat, lanjut Ia, sangat penting keberadaannya dalam melayani masyarakat sehingga perawat dituntut memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat untuk itu dalam upaya memberikan kesejahteraan bagi perawat dibutuhkan adanya payung hukum bagi perawat itu sendiri. “Butuh pengorbanan besar serta komitmen kuat untuk menjadi perawat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya
Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda berharap dengan digelarnya rapat konsolidasi dan advokasi ini dapat menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi kesejahteraan para perawat, dengan organisasi PPNI ini dapat menjadi organisasi yang mengakomodir segala sesuatunya bagi kepentingan perawat. “Organisasi PPNI ini salah satu organisasi untuk mengakomodir permasalahan yang ada khususnya dibidang keperawatan sehingga keberadaannya cukup penting.” (beben)

Selasa, 18 Juni 2013

Hj. Utje : “ Mari Peduli Kesejahteraan Sosial “



Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial ( K3S ) Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos, MAP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap warga penyandang kesejahteraan social. Hal tersebut diungkapkan Hj. Utje dalam lokakarya yang digelar oleh K3S Kabupaten Kuningan di Rumah Makan Lembah Ciremai, Selasa 18/06.
            Hadir dalam acara tersebut  para Kepala Dinas se-Kabupaten Kuningan, para pengurus K3S, serta para undangan dari berbagai unsure masyarakat yang merupakan potensi sumber kesejahteraan sosial yang terdiri dari kasie kesra kecamatan, kaur kesra desa, karang taruna, TKSK, forum panti, KNPI, Granat, PNPM, pendamping PKH, Badan Eksekutif Mahasiswa, Muslimat NU, Badan Amil Zakat, gabungan organisasi wanita dan alumni STKS se Kabupaten Kuningan.
Menurut ketua panitia penyelenggara DR. Dian Rachmat Yanuar, Drs, M.Si, “ kami dari koordinator kegiatan kesejahteraan sosial (K3S) kabupaten kuningan sebagai mitra kerja pemerintah kabupaten kuningan dalam pembangunan di bidang sosial telah menyusun program kerja pada tahun 2013 ini, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak mampu atau belum diberdayakan” jelas Dian.
Selanjutnya salah satu implementasi dari program kerja k3s kabupaten kuningan pada tahun 2013 ini adalah menyelenggarakan kegiatan lokakarya yang pesertanya adalah seluruh potensi sumber kesejahteraan sosial se kabupaten kuningan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.
diharapkan, melalui kegiatan bakti sosial yang dikelola secara optimal dan terorganisir ini dapat mengemas misi sosial, sekaligus sebagai sarana alokasi bantuan moril bagi masyarakat yang membutuhkan, dimana pada akhirnya akan menuju perbaikan taraf hidup serta peningkatan kesejahteraan jangka panjang yang mandiri dan terarah, terutama untuk masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan kita semua.
 Sementara itu Ketua K3S Hj. Utje dalam sambutannya mengajak seluruh potensi masyarakat untuk tetap peduli terhadap penyandang kesejahteraan social. K3S Kabupaten Kuningan telah menyiapkan berbagai program yang menyentuh kesejahteraan social masyarakat antara lain, Rehabilitasi rumah tidak layak huni, santunan bagi anak yatim piatu, Kawin dan isbat nikah massal bagi masyarakat PMKS, serta banyak lagi kegiatan yang peduli terhadap masyarakat penyandang kesejahteraan social.
Lebih lanjut lagi Utje mengatakan, K3S dalam hal ini tidak dapat berjalan sendiri dalam rangka menyelesaikan program kerja yang sudah dicanangkan, untuk itu saya secara pribadi dan organisasi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat yang mempunyai potensi untuk bersama-sama kita peduli dan bersama-sama bahu membahu dalam mengentaskan kemiskinan, sehingga kedepan Kabupaten Kuningan menjadi Kabupaten yang sejahtera lahir dan bhatin dan menjadi Kabupaten yang mandiri. Tutup Utje. * DOniS*