LKKS



Rabu, 25 Februari 2015

10510 PESERTA PAWAI TAARUF RAMAIKAN STQ KE-43


Antusiasme peserta Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-43 tingkat Kabupaten Kuningan yang digelar di Kecamatan Cibingbin terbukti cukup tinggi, sebanyak 10510 peserta ikut meramaikan pawai taaruf, Rabu (25/2/2015).
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kuningan KH. Undang Munawar, Asisten Pembangunan dan Kesra Nana Sugiana, SE, M.Si, Sekretaris Daerah Drs. Yosep Setiawan, M.Si, serta Ketua MUI Kuningan KH. Abdul Azis Ambar.
STQ yang berlangsung selama dua hari tersebut akan memperebutkan 90 piala atau medali dari empat kecabangan dan terbagi kedalam 13 golongan kejuaraan yang diperlombakan panitia, empat kecabangan tersebut diantaranya cabang tilawah golongan anak-anak putra/putri, remaja putra/putri, serta dewasa putra/putri, kemudian cabang murotal putra/putri, cabang syarhil qur’ran, serta cabang tahfidz qur’an putra/putri.
“Penyelenggaraan STQ ini mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat Cibingbin dan dukungan berbagai pihak, disamping penyelenggaraan STQ kita akan menggelar juga silaturahmi ormas islam, para alim ulama, pimpinan ponpes, serta para cendekiawan,” ujar ketua panitia Toto Toharudin
Menurutnya, para kafilah yang diikut sertakan dalam STQ nantinya akan diseleksi untuk ke jenjang MTQ yang akan digelar di Pusdai Bandung. “Ini akan menjadi kompetisi yang benar-benar menentukan serta akan menjaring para kafilah yang berprestasi,” tandasnya.
Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., mengatakan salah satu upaya kita untuk mendalami arti, makna, kandungan dan keindahan al-qur’an sekaligus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT adalah dengan penyelenggaraan STQ. “Penyelenggaraan STQ ini sudah menjadi tradisi yang diselenggarakan mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten hingga tingkat Nasional,” ujarnya.
Bupati mengajak kepada seluruh peserta dan unsur yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan STQ agar menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk mewujudkan masyarakat yang beriman, bertaqwa, serta berakhlak mulia. “Marilah kita jadikan STQ tingkat Kabupaten Kuningan ini sebagai salah satu media untuk menebarkan syiar islam.” ***ben

Rabu, 04 Februari 2015

DESI RATNASARI DAN ARYANTO DIJENGUK BUPATI


Desi Ratnasari (13) tahun penderita hidrosefalus dan Aryanto (16) bulan penderita kelainan struktur wajah warga Desa Kalimati Kecamatan Japara, hari ini Rabu (4/2/2015) dijenguk Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., didampingi Puteri tercintanya Sonya Puspasari Suganda, M.A., Camat Japara Suryono S.Sn, MM, Kepala Bagian Humas Setda Drs. Asep Budi Setiawan, M.Si. Bupati Kuningan untuk kali ketiga menjenguk untuk mengetahui kondisi terbaru dari perkembangan ke-2 anak tersebut.
Desi Ratnasari yang kini terbaring tak berdaya sampai saat ini belum menunjukkan perkembangan yang positif bahkan Ia kini mengalami pengeroposan tulang-tulang atau osteoporosis yang diakibatkan dari penyakit yang dideritanya, sementara perkembangan Aryanto saat ini terbilang baik Ia sudah bisa merangkak seperti anak-anak lainnya, seperti kita tahu kelainan stuktur pada muka Aryanto ini masih bisa ditanggulangi namun harus menunggu dulu minimal berusia 1 tahun 8 bulan, sedangkan idealnya untuk pengambilan tindakan medis secara maksimal harus berusia 2 tahun.
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P, saat mengunjungi Desi Ratnasari menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas ujian yang dialami Desi dan keluarga. “Sabar Bu, kami secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan melihat kondisi seperti ini tidak akan tinggal diam, karena ini merupakan kewajiban bagi kami untuk membantu warga masyarakat Kabupaten Kuningan yang mengalami musibah,” ujarnya.
Pemkab Kuningan, Lanjut Ia, akan terus memantau perkembangan Desi dan Aryanto sebagai bentuk kepedulian sosial serta tanggung jawab moral, dan ini juga merupakan hak dari Desi dan Aryanto mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kuningan memberikan bantuan sembako kepada keluarga Desi Ratnasari dan Aryanto serta bantuan uang untuk mengurangi beban yang sedang dialami oleh kedua keluarga tersebut. ***beben

Rabu, 07 Januari 2015

PERINGATAN MAULID NABI: "Momentum Membangun Uswatun Hasanah"


Ratusan warga dari berbagai kalangan berbaur bersama para pegawai aparatur sipil negara memadati masjid Syiarul Islam untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, tidak ketinggalan hadir pula Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., Wakil Bupati H. Acep Purnama, MH, Sekretaris Daerah Drs. Yosep Setiawan, M.Si, Ketua TP PKK Kuningan Ny. Ika Acep Purnama, Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman, S.Sos, unsur FKPD Kuningan, dan seluruh Kepala SKPD se-Kabupaten Kuningan. Rabu (7/1/2014).
Ketua penyelenggara Toto Toharudin mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin di seluruh dunia terutama di Kabupaten Kuningan. “Ini merupakan salah satu bagian dari pembinaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara maksud dan tujuannya, lanjut Ia, untuk mengungkapkan kembali sejarah nabi kemudian dengan harapan dapat diteladani serta diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun ini diikuti dengan gelaran hadoroh, perlombaan pidato visi kuningan, serta kegiatan mewarnai lukisan islami untuk anak TK dengan tujuan mengenalkan nilai-nilai keagamaan sedini mungkin.
“Tidak hanya itu dalam rangka menyambut tahun baru islam pemerintah Kabupaten Kuningan juga akan menggelar festival obor, pentas seni islami, serta dzikir atau tablig akbar kemudian bagi anak-anak yang belajar menghapal qur’an pemerintah Kabupaten Kuningan juga akan menyiapkan beasiswa,” tambahnya.
Sementara itu Bupati Kuningan mengatakan, mengisi peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan pembacaan asrokol dan tablig akbar merupakan satu sumbangsih yang sangat berharga dalam turut serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT.
“Banyak cara untuk menegakkan syiar islam melalui praktek-praktek pengamalan hidup beragama, kemudian kesempatan itu diberikan kepada semua lapisan masyarakat muslim agar tergerak dan terdorong untuk mengamalkannya.”
Lebih lanjut, Beliau mengingatkan, apabali kita memahami dan mengkaji sejarah Rasulullah SAW niscaya kita akan mengetahui adanya suatu perubahan yang nyata di dalam tatanan kehidupan dunia sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW, bila dibandingkan dengan keadaan sesudah beliau diutus sebagai nabi. “Minimal ada tiga perubahan yang sangat penting diantaranya perubahan aqidah, perubahan sosial, serta perubahan di bidang politik dan ketatanegaraan,” sebutnya.
Bupati mengingatkan, bahwa hal terpenting adalah bagaimana kita membangun uswatun hasanah atau memberikan contoh keteladanan dari sikap dan sifat-sifat pribadi Nabi Muhammad SAW seperti sikap ramah, murah hati, murah senyum, dan berjiwa pemaaf karena akhlak tersebut saat ini menjadi barang langka. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan logo Masjid Syiarul Islam serta ceramah oleh almuqarom Undang Munawar, M.Pd.  ***ben

Senin, 29 Desember 2014

BUPATI TINJAU KORBAN KEBAKARAN




Musibah kebakaran rumah yang terjadi di dusun Karang Baru Rt/Rw 02/03 Desa Cipedes kecamtana Ciniru mendapat perhatian khusus dari Bupati Kuningan Hj. Utje Ch suganda dengan langsung mendatangi lokasi kejadian, dimana terdapat 2 rumah yang mengalami musibah kebakaran pada Senin (29/12) didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin,Camat Ciniru, kapolsek Ciniru, Babinsa C Kepala Bagian Umum Setda Kab. Kuningan U Kusmana .
Kebakaran yang terjadi pada hari Minggu (28/12)  pada pukul 14.30 tersebut mengakibatkan  2 buah unit  rumah  mengalami  rusak berat  dan meludeskan hampir seluruh perabotan yang ada di dalam rumah. Menurut Kepala Badan penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Kuningan penyebab kebakaran sampi saat masih diselidiki kerugian tidaksir  sebesar jutaan rupiah dan tidak ada korban jiwa.
Sementara itu Bupati Kuningan meminta kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk hati-hati terutama ketika meninggalkan rumah “ perikasa kembali sambungan-sambungan listrik, jangan terlalu banyak sambungan listrik dan juga usahakan pakai kabel yang bagus selain itu juga musim sekarang ini adalah musim penghujan kita harus terus waspada karenabanyak sekali bencana longsor yang terjadi” kata Bupati kuningan.
Pada saat itu juga diserahkan bantuan kepada korban bencana yang diserahkan langsung oleh Bupati Kuningan, Bantuan tersebut berupa Peralatan Dapur, Pakian, Sembako, selimut dan tikar ---Yohanes---

Senin, 10 November 2014

“K3S Berubah Nama Menjadi LKKS”



Sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia nomor 184 tahun 2011 tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat nomor 10 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dimana penyelenggaraan kesejahteraan sosial bukan hanya kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah melainkan juga kewajiban dan tanggung jawab masyarakat. Masyarakat memiliki kesempatan yang luas dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, dengan cara mendirikan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).
Untuk efektif dan efisien pembinaan terhadap Lembaga Kesejahteraan Sosial yang beraneka ragam diperlukan Lembaga Koordinasi yang akan mengkoordinasikan dan juga mengawasi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan. berdasarkan hal-hal tersebut di atas dibentuk Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial yang ditetapkan dalam Keputusan Bupati Kuningan.
Memperhatikan laporan hasil Musyawarah Daerah tentang Pembentukan Lembaga Kesejahteraan Sosial Kabupaten Kuningan beserta Susunan Kepengurusannya tanggal 17 Pebruari 2014 yang diikuti oleh seluruh pengurus K3S periode 2009-2014, Forum Panti (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dan Forum Kasie Kesra Kecamatan, maka merujuk dari hasil Musda tersebut Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Kuningan Membentuk Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) sebagai pengganti Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S). Dan selanjutnya mengukuhkan Pengurus LKKS Kabupaten Kuningan Periode Tahun 2014-2019 dengan komposisi dan personalia di mana Ketua Umum LKKS Kabupaten Kuningan dijabat kembali oleh Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., MAP.
Pengurus LKKS Kabupaten Kuningan mempunyai tugas pelayanan dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kabupaten Kuningan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Pengurus mempunyai uraian tugas:
1.       Mengkoordinasikan LKS/Orsos
2.       Membina LKS/Orsos
3.       Mengembangkan model pelayanan kesejahteraan sosial,
4.       Menyelenggarakan forum komunikasi dan konsultasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan
5.       Melakukan advokasi sosial dan advokasi anggaran terhadap Lembaga Kesejahteraan Sosial/Organisasi Sosial.
Semoga LKKS Kabupaten Kuningan periode 2014-2019 di bawah pimpinan Hj. Utje Ch. Suganda S.Sos., MAP bisa semakin eksis dan berkualitas dalam memberdayakan penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Kuningan. Amin. (Goems)

Kamis, 30 Oktober 2014

LLI GULIRKAN PROGRAM BENAH USAHA LANSIA




Kiprah Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Kuningan mulai menunjukkan geliatnya, bekerjasama dengan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial, Kamis (30/10/2014) bertempat di Kantor LKKS, LLI menyalurkan bantuan dana dari program Benah Usaha Lansia bagi 10 orang pelaku usaha kecil sebagai bentuk perhatian bagi pengembangan usaha, selain itu LLI juga menghadirkan nara sumber untuk memberikan motivasi kewirausahaan lansia.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua LLI Kabupaten Kuningan Drs. H. Sobana, Sekretaris LLI Dra. Hj. Tuti Rusilawati, MM, Sekretaris LKKS Wibawa Gumbira, S.Sos, M.Pd, serta Kasie Industri Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan Drs. Suparman selaku Nara Sumber.
“Tujuan dari penyaluran dana ini adalah untuk memberdayakan para lansia dalam benah usaha, terutama para pelaku usaha yang memiliki kemampuan terbatas,” ujar Ketua LLI Drs. H. Sobana.
Beliau menuturkan, tiap tahunnya ada program benah usaha yang peruntukannya bagi para pelaku usaha kecil, “Dana sebesar Rp 500 ribu untuk setiap orangnya disalurkan secara langsung dan tidak ada pemotongan, diharapkan dana tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien sehingga mampu mendongkrak penghasilan para pelaku usaha. Kemudian buat administrasi serta laporan dan serahkan ke kantor LKKS, pengelolaan ini penting dilakukan sehingga mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi penegmbangan usaha.”
Dalam kesempatan tersebut juga diadakan dialog antara para pelaku usaha dengan nara sumber dari dialog yang cukup hangat tersebut muncul beberapa permasalahan dalam menjalankan usahanya.
Ibu Anah (64) telah menjalani usaha berjualan sorabi selama 13 tahun, awal-awal usahanya tersebut berjalan lancar sehingga omsetnya mampu untuk membiayai kehidupan keluarganya namun makin kesini banyak saingan usaha yang sama sehingga penghasilannya semakin berkurang, “Saya bingung bagaimana cara meningkatkan penghasilan dari usaha berjualan sorabi, saya tidak tahu bagaimana cara pemasaran yang baik,” paparnya.
Seperti halnya Ibu Anah, Ibu Elis (54) berjualan baso memiliki permasalahan dalam meningkatkan penjualan usaha basonya terutama dalam pemasarannya. Dari beberapa permasalahan terkait usaha yang disampaikan beberapa pelaku usaha banyak para pelaku usaha memiliki permasalahan dalam pemasaran sehingga penghasilan usaha tidak bertambah bahkan cenderung penghasilannya terus menurun. *** Beben.

Senin, 27 Oktober 2014

MUSLIMAT NU SOSIALISASIKAN PENANGGULANGAN BAHAYA NARKOBA dan HIV/AIDS



Bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aid (KPA) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Kuningan menggelar sosialisasi penanggulangan bahaya narkoba dan HIV/AID serta tes darah HIV gratis di 32 Kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut juga merupakan gebyar menyambut tahun baru 1436 Hijriah.
Senin (27/10/2014) di Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum menjadi lokasi pertama kegiatan sosialisasi, hadir Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos, M.A.P., selaku penasihat PC Muslimat NU Kabupaten Kuningan, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kuningan Dra. Hj. Tuti Rusilawati, MM, Sekretaris Dra. Hj. Juju Ajat, M.Pd, serta jajaran Muslimat NU.
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos, M.A.P.,mengatakan, peringatan tahun baru hijrian tentunya jangan hanya sekedar retorika belaka, namun harus kita jadikan sebagai wahana evaluasi bagi kita untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, baik dalam hal ibadah, akhlak, muamalah, dakwah, qiyadah (kepemimpinan) maupun yang berkenaan dengan pembinaan umat.
“Kita tingkatkan syiar islam, nanjeurkeun agama islam mempererat tali silaturahmi sesama umat muslim, semakin cinta kepada Rosul Nabi Muhammmad SAW dan selalu mengamalkan sunah-sunah rosul untuk lebih memantapkan keimanan dan ketaqwaan,” ajaknya.
Lebih lanjut, Beliau menuturkan, gebyar menyambut tahun baru 1436 H PC Muslimat NU Kabupaten Kuningan kali ini diisi dengan kegiatan sosialisasi penanggulangan bahaya narkoba dan HIV/AID. “Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana silaturahmi keluarga besar muslimat NU bersama komponen masyarakat sebagai mitra dalam pembangunan, dan juga untuk mengevaluasi sejauhmana kontribusi muslimat NU kepada anggota dan masyarakat di lingkungannya, serta memperkokoh aqidah ahlul sunah wal jamaah, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.”
Selain itu juga Bupati mengatakan, bahaya narkoba dan HIV/AID adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja karena bahaya narkoba HIV/AIDS bukan masalah individu namun masalah semua orang. “Mencari solusi yang tepat adalah sangat penting untuk bekerja sama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan HIV/AIDS,” ujarnya.
Beliau menambahkan, sebagai seorang ibu kita perlu pengetahuan tentang narkoba dan HIV/AIDS agar kita bisa memberikan pemahaman pada anak-anak tentang bahaya narkoba, HIV/AIDS serta konsekuensi negatif yang akan diterima. “Sikap dan pola asuh orang tua memegang peranan penting dalam mencegah anak-anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Ciptakan komunikasi yang baik, ciptakan lingkungan yang lebih baik dirumah serta berikan informasi, strategi dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba HIV/AIDS.” (beben)